HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Lapangan Karebosi mulai dipadati warga untuk melaksanakan salat Idulfitri 2024. Sejak pukul 06.00 wita.
Pantau Harian.News, Lapangan Karebosi, tepatnya di Jalan Jendral Sudirman, Makassar, Rabu (10/4/2024) terlihat aparat kepolisian dan Satpol PP melakukan penjagaan di lokasi. Petugas mengatur arus lalu lintas sekaligus mengarahkan warga yang ingin melangsungkan salat berjamaah mencari lokasi parkir.
Di balik meriah dan khusyuknya salat Idulfitri di lapangan Karebosi serta matangnya pemerintah kota Makassar mempersiapkan, nyatanya tidak selalu mulus.
Baca Juga : Terobos Badai Demi Warga: Pasar Murah KKSS Siap Hadir di Karebosi
Tini (38) warga kota Makassar yang datang sedikit mengeluhkan tarif parkir di sekitar lapangan Karebosi, tapi katanya hal tersebut sudah biasa untuk dirinya yang selalu salat Idulfitri ditempat tersebut.
“Mahal di sini kalau parkir, Rp 10.000 permotor kalau mobil itu Rp 15.000 tidak tahu kalau sebagian Rp 20.000, tapi ini sudah biasa karena setiap tahun begitu terus harganya,” ungkapnya.
Tini menambahkan, kadang Ia memilih memarkirkan motor miliknya dilokasi yang jauh untuk menghindari tarif parkir yang mahal.
Baca Juga : Perumda Pasar Siapkan Beragam Kegiatan Sambut HUT Kota Makassar
“Iye, supaya tidak bayar parkir yang mahal, saya parkir motor di dekat bank kalau tidak biasanya saya datang lebih cepat, kan itu tukang parkir belum ada,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, katanya tukang parkir yang menjaga kendaraan milik warga bukan Juru Parkir resmi yang dikelola pemerintah kota Makassar, pasalnya tidak menggunakan rompi Jingga.
“Itukan jukir dadakan, karena mereka tidak pake itu rompi yang dikasih PD parkir, yang ada diluar Lapang Karebosi itu kan cuma pakai kaos oblong,” katanya.
Baca Juga : Komitmen Perumda Parkir Makassar Basmi Jukir Liar
Sementara, Ahmad (37) Jukir mengatakan, Ia biasanya menjadi tukang parkir di Pasar Sentral, nominal tarif tersebut katanya sudah sesuai dengan waktu yang Ia habiskan untuk mengamankan motor warga.
“Kan saya sudah jagai, apalagi ini saya jagai pas salat Idulfitri, saya sudah sibuk jagai biar mereka semua salat tidak pikir kendaraan jadi wajar kalau saya minta lebih mahal dari biasanya,” katanya.
“Sekalian sedekah sama orang tidak mampu seperti kami (jukir),” tandasnya.
(NURSINTA)
Baca Juga : Lawatan Idulfitri, Pertemuan Prabowo-Megawati Berlangsung 1,5 Jam
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
