Logo Harian.news

Taruna Ikrar Kepala BPOM RI Sampaikan Kabar Gembira di Rakor KKSK Triwulan IV 2025

Editor : Redaksi Senin, 08 Desember 2025 22:10
Kepala BPOM RI, Prof Taruna Ikrar.
Kepala BPOM RI, Prof Taruna Ikrar.

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) Triwulan IV Tahun 2025 menghadirkan kabar menggembirakan dari Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D..

Forum strategis yang berlangsung di Jakarta ini dihadiri jajaran pimpinan lembaga negara, termasuk Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, serta Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji, S.Ag., M.Pd. Kehadiran para pemimpin lintas sektor tersebut menegaskan komitmen nasional untuk memperkuat integrasi kebijakan kesehatan dan ekonomi.

Dalam forum tersebut, Taruna mengumumkan capaian monumental berupa keberhasilan Indonesia meraih status WHO Listed Authority (WLA).

Baca Juga : Indonesia–Singapura Perkuat Kolaborasi Pengawasan Obat dan Makanan, BPOM RI Terima Apresiasi WHO Listed Authority dan HUT ke-25

Pengakuan internasional ini menempatkan BPOM sejajar dengan otoritas regulasi obat dan vaksin di negara maju, sehingga membuka peluang ekspor lebih luas bagi industri farmasi, vaksin, dan produk kesehatan Indonesia. Para peserta rakor menyambut kabar ini sebagai tonggak baru dalam diplomasi kesehatan dan daya saing industri nasional.

Taruna juga memaparkan transformasi besar melalui penerapan Layanan Publik Berbasis Artificial Intelligence (AI) pertama di Indonesia dalam sektor obat dan makanan.

Inovasi ini memangkas waktu proses perizinan hingga 60 persen dan meningkatkan efisiensi layanan, terutama untuk UMKM. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan sejumlah pimpinan lembaga ekonomi memberikan apresiasi atas terobosan ini karena dinilai memperkuat ekosistem pelayanan kesehatan nasional.

Baca Juga : Taruna Ikrar: BPOM dan Baharwathan Kemhan Perkuat Sinergi Kemandirian Farmasi, Dukung Ketahanan Nasional

Selain itu, BPOM melaporkan proyeksi kontribusi sektor obat dan makanan terhadap perekonomian nasional yang mencapai Rp 6.000 triliun pada tahun 2025.

Angka tersebut mencerminkan besarnya potensi industri farmasi, pangan olahan, kosmetik, suplemen, dan produk tradisional sebagai motor penggerak ekonomi. Status WLA dan percepatan digitalisasi regulasi dinilai akan semakin memperluas peran sektor ini dalam rantai pasok global.

Di hadapan peserta KKSK, Taruna menekankan bahwa seluruh pencapaian tersebut merupakan buah dari kerja ikhlas dan konsisten keluarga besar BPOM selama bertahun-tahun.

Baca Juga : Taruna Ikrar Bekerja Senyap Sebagai Saudara di Padang, Tanam Pohon, Dirikan Posko BPOM Peduli, dan Pastikan Stok Obat Instalasi Farmasi Aman

Ia menegaskan bahwa akhir 2025 menjadi momentum menuai hasil dari perjalanan panjang reformasi regulasi, penguatan laboratorium, serta kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi.

Rakor KKSK Triwulan IV 2025 ditutup dengan optimisme bahwa penguatan sektor kesehatan dapat menopang stabilitas keuangan nasional.

Kabar gembira yang disampaikan Taruna Ikrar menegaskan bahwa Indonesia kini semakin siap berdiri sejajar dengan negara-negara maju menjulang global, membumi dalam pelayanan publik, dan mengakar kuat dalam kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga : Kepala BPOM RI Taruna Ikrar Resmikan Gedung Fakultas Farmasi dan Pancasila Pharmaceutical Industry Universitas Pancasila

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda