Logo Harian.news

BPOM RI

Tekan Penyalahgunaan Obat, Taruna Ikrar Sidak di Puskesmas

Editor : Redaksi Jumat, 02 Mei 2025 18:21
Tekan Penyalahgunaan Obat, Taruna Ikrar Sidak di Puskesmas

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Prof. Dr. Taruna Ikrar, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke instalasi farmasi dan layanan farmasi di Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Cakung, Jakarta Timur.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia, Jumat, 2 Mei 2025.

Sebelumnya, sidak serupa telah dilakukan di Rumah Sakit Santoso dan Rumah Sakit Hasan Sadikin di Bandung, Jawa Barat, sebagai bagian dari upaya nasional memastikan mutu, keamanan, dan efektivitas obat serta alat kesehatan yang tersedia bagi masyarakat.

Baca Juga : Dari Pangan Sehat Sukseskan Program MBG ke Obat Herbal: Pertemuan Taruna Ikrar dan Amran Sulaiman Perkuat Kemandirian Nasional

“Pengawasan ini penting untuk memastikan layanan kefarmasian berjalan sesuai standar. Masyarakat harus mendapatkan obat yang aman, bermutu, dan sesuai kebutuhan terapi,” tegas Taruna Ikrar dalam siaran tertulis yang diterima harian.news.

Kegiatan pengawasan instalasi farmasi baik di rumah sakit, puskesmas, maupun klinik merupakan bagian dari program nasional BPOM yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan kualitas layanan kefarmasian demi melindungi kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Baca Juga : Taruna Ikrar Kepala BPOM Dorong UMKM Kosmetik Bersaing Global, Potensi Ekonomi hingga Rp 158 Triliun per Tahun

Taruna Ikrar, salah satu ilmuwan dunia yang juga menjabat sebagai Kepala BPOM, menyoroti tingginya potensi penyalahgunaan obat yang belakangan marak terjadi.

“Inspeksi ini sangat penting karena banyak kasus penyalahgunaan obat terjadi akibat akses yang tidak terkendali. Salah satu contoh teranyar adalah kasus dokter residen anestesi di Universitas Diponegoro (Undip) yang diduga menyalahgunakan obat karena bebas mengakses instalasi farmasi,” ujarnya.

Pengamat kesehatan menilai bahwa kasus tersebut mencoreng dunia kedokteran dan menyebabkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap tenaga medis maupun rumah sakit.

Baca Juga : Indonesia–Singapura Perkuat Kolaborasi Pengawasan Obat dan Makanan, BPOM RI Terima Apresiasi WHO Listed Authority dan HUT ke-25

“Profesi yang semestinya erat dengan rasa kemanusiaan justru bertindak sebaliknya. Akibatnya, muncul syak wasangka pada sejumlah pasien terhadap integritas pelayanan medis,” jelasnya.

“Hasil dari inspeksi ini akan menjadi dasar pembinaan serta peningkatan kualitas layanan farmasi secara nasional,” ungkap Taruna.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda