Logo Harian.news

Terima Laporan Adanya Pungutan Perpisahan Sekolah, Appi Keluarkan Larangan: Jangan Coba-coba!

Editor : Rasdianah Jumat, 25 April 2025 12:43
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau akrab disapa Appi, Foto: HN/Sinta.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau akrab disapa Appi, Foto: HN/Sinta.

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, kembali mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh kepala sekolah di Makassar agar tidak menjadikan acara perpisahan sebagai ajang pungutan yang membebani orang tua murid.

Pernyataan ini disampaikan Munafri menyusul laporan adanya sekolah dasar yang meminta sumbangan hingga Rp 1 juta per siswa untuk kegiatan perpisahan.

Ia menyebut praktik seperti ini tak manusiawi dan bisa memaksa orang tua harus berutang demi memenuhi tuntutan sekolah.

Baca Juga : Munafri Arifuddin: Hari Ini Makassar Posisi Siaga

“Kalau sampai orang tua harus pinjam uang, itu tidak boleh terjadi. Sekolah itu tempat mendidik, bukan tempat membuat orang tua susah,” ujar Appi, sapaannya, Jumat (25/4/2025).

Appi menyebut, satu-satunya alasan perpisahan boleh digelar adalah jika seluruh pembiayaan ditanggung oleh pemerintah.

“Kalau saya yang biayai semua, baru bisa. Tapi bukan dari kantong orang tua. Jangan paksa mereka,” kata dia.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Lantik Pengurus FKPP, Nurfadjri Fadeli Luran Didaulat Menjadi Ketum FKPP Kota Makassar

Ia juga menolak solusi cicilan sebagai jalan tengah.

“Tidak ada cicil-cicil. Kalau dari awal sudah memberatkan, untuk apa dilanjut? Tidak ada gunanya juga,” lanjut Appi.

Ia menegaskan, kepala sekolah yang tetap memaksakan akan dimintai pertanggungjawaban.

Baca Juga : Sidak di MGC, Munafri Tegur Pegawai Santai Merokok Saat Jam Kerja

“Jangan coba-coba. Saya larang keras perpisahan yang memberatkan orang tua, apalagi sampai minta sumbangan. Tidak semua orang tua punya kemampuan yang sama,” tegas Munafri.

Munafri meminta Dinas Pendidikan untuk bersikap proaktif dan segera memanggil kepala sekolah yang kedapatan melakukan praktik semacam ini.

“Kepala sekolah itu yang harus dimintai keterangan. Apalagi kalau TK juga ikut-ikutan,” ujarnya.

Baca Juga : Sidak Malam, Appi–Aliyah Pastikan Pemilihan RT/RW Aman Tanpa Kubu-Kubuan

Isu ini muncul jelang akhir tahun ajaran, ketika banyak sekolah mulai merancang kegiatan perpisahan. Wali Kota Munafri ingin memastikan bahwa pendidikan di Makassar tetap berlandaskan asas keadilan sosial dan tidak menciptakan beban tambahan bagi masyarakat.

“Tidak semua orang tua punya privilese. Jangan hanya karena mau acara satu hari, orang tua harus pontang-panting. Saya tidak akan biarkan,” pungkasnya.

PENULIS: NURSINTA

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda