HARIAN.NEWS, JENEPONTO – Tim Perencanaan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Sulawesi Selatan turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei awal pengusulan paket perencanaan tanggul penahan air asin di Daerah Air Sungai (DAS) Tamanroya.
Peninjauan lokasi ini dihadiri oleh Kabid Pengairan Dinas PUPR Jeneponto, Ir. Karim Saparuddin, bersama Edy Heryanto sebagai perwakilan petani yang terdampak air asin, Jumat, 5 Januari 2024.
Ilhamsyah, salah satu tim perencana dari BBWSPJ, mengungkapkan bahwa pada survei awal ini mereka akan menyampaikan pembina agar paket perencanaannya segera diusulkan.
Baca Juga : FKDM Gowa Support Balai Pompengan Tuntaskan Pembebasan Lahan Pembangunan Bendungan Jenelata
Petani sekitar DAS Tamanroya mengungkapkan harapannya agar tanggul penahan air asin segera direalisasikan. “Sekarang saja kadang masih masuk air asin, jadi ketika kami mengambil air memang harus ditunggu,” ucap salah satu petani.
Sementara itu, Kabid Pengairan Dinas PUPR Jeneponto menyampaikan harapannya bahwa survei ini dapat segera terealisasi menjadi tanggul penahan air asin, sehingga dampak terhadap sektor pertanian dapat tertangani.
Edy Heryanto, yang mewakili aspirasi petani, menyatakan bahwa lahan pertanian sudah terdampak air asin puluhan tahun.
Baca Juga : Warga Simeulue Resah, Besi Bekas Jembatan Hilang dan Dipindahkan Diam-diam
“Maka harapan kami pemerintah pusat dan para pemangku kebijakan dapat segera merealisasikan pembangunan tanggul air asin tersebut agar pertanian di sepanjang sungai Tamanroya sampai ke Desa Balumbungang bisa berkelanjutan,” ungkap Edy.***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
