Logo Harian.news

HARIAN KAMPUS

TIM CARA’DE Unhas Ajarkan Budidaya Maggot untuk Warga Desa Tinggimae

Editor : Andi Awal Tjoheng Sabtu, 18 Juli 2026 08:00
TIM CARA'DE BEM KMF TP UH bersama peserta usai pelatihan budidaya maggot di Kantor Desa Tinggimae, Kabupaten Gowa ||(foto_ppkormawa)
TIM CARA'DE BEM KMF TP UH bersama peserta usai pelatihan budidaya maggot di Kantor Desa Tinggimae, Kabupaten Gowa ||(foto_ppkormawa)

HARIAN.NEWS, GOWA – TIM CARA’DE Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin (BEM KMF TP UH) melaksanakan Pelatihan Budidaya Maggot sebagai bagian dari rangkaian Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa  PPK Ormawa) 2026. Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, pada Jumat (17/7/2026) pukul 15.30 WITA.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah organik melalui budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot sebagai solusi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.

Baca Juga : Sampah dan Hipertensi Jadi Fokus Hasil PBL Mahasiswa FKM Unhas di Majjelling Wattang

Kegiatan menghadirkan Andi Bambang Suriansya, S.Pi., M.Si., Penyuluh Perikanan Kecamatan Parangloe, sebagai narasumber. Sebanyak 17 peserta mengikuti pelatihan yang terdiri atas perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT), Karang Taruna, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan aparat Desa Tinggimae.

Dalam pemaparannya, Andi Bambang Suriansya, S.Pi., M.Si. menjelaskan bahwa persoalan sampah organik masih menjadi tantangan di berbagai daerah.

Menurutnya, budidaya maggot dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi volume sampah organik sekaligus memberikan nilai tambah secara ekonomi.

Baca Juga : Rocket Stove Jadi Program Unggulan KKNT 116 Unhas di Desa Benteng Gajah

“Sampai sekarang kesulitan terbesar kita adalah sampah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan maggot mampu membantu masyarakat dalam mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

“Dengan maggot bisa membantu kita mengurangi sampah organik,” tambahnya.

Baca Juga : PII Sulsel Gelar Seminar Keinsinyuran dan Muswil, Prof. JJ Kembali Menahkodai PII Wilayah Sulawesi Selatan

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman

Follow Social Media Kami

KomentarAnda