Logo Harian.news

Biro Mamasa

Tingkatkan Ekonomi Warga Pasca Pandemi, Ini Dilakukan Desa Talopa

Editor : Redaksi Kamis, 08 September 2022 08:16
Kades Talopak, Junaedi. (Foto: HN)
Kades Talopak, Junaedi. (Foto: HN)

MAMASA, HARIANEWS.COM – Pemerintah Desa Talopa Kecamatan Tabulahan Kabupaten Mamasa, Sulawesi barat ( Sulbar) memanfaatkan dana desa tahun anggaran 2022 dengan membagi ke beberapa item.

Diantaranya sebanyak 20 persen untuk ketahanan pangan dengan mengembangkan ternak babi yang dilakukan oleh masyarakat Talopa, dengan total anggaran Dana Desa (DDS) sebanyak Rp. 958.998.000.

Kepala desa Talopak, Junaedi, saat ditemui awak media mengatakan langkah itu bertujuan untuk dapat meningkatkan ekonomi warga pasca dilanda Pandemi Covid 19 beberapa tahun terakhir.

Baca Juga : Soal Proses Pencarian Dana Desa 2024 di Sinjai, Begini Penjelasan Kadis PMD

“Ternak babi yang dibagikan ke warga itu, adalah bibit yang dipisahkan dari induknya setelah berumur 3 bulan,” katanya, Rabu (07/09/2022).

Junaedi menegaskan kalaupun ada bibit babi warga yang mati itu tidak diketahui.

“Karena pada saat pembagian masih hidup dan dalam kondisi sehat. Terbukti warga yang hadir antusias karena merasa terbantu,” lanjutnya.

Baca Juga : Dialog Kebangsaan di Kotamobagu, Hashim Sebut Prabowo Pencetus Dana Desa

“Seandainya mati memang saya salah, tapi itu sehat sebelum di bagikan,” tambahnya.

“Bibit juga kami ambil dalam wilayah kabupaten Mamasa, kami tidak mengambil bibit dari luar Sulawesi barat. Dengan berpedoman pada PMK 190 Tahun 2021 Tentang Ketahanan Pangan,” tegasnya.

Ditempat terpisah, warga desa Talopak, Hendrik kepada media ini, mengatakan bahwa kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan ternak babi dari pemerintah.

Baca Juga : Wanita Muda Asal Mamasa, Sulbar Ditemukan Tewas Diduga Bunuh Diri

“Desa kami sangat terbantu untuk pengembangan ternak babi. Kami sangat bersyukur karena pemerintah bisa menganggarkan dana desa untuk pengembangan ternak,” pungkas Hendrik.

Senada dengan itu, Kepala dusun, Rawah Indah, Demadika, mengatakan bahwa proses pembagian bibit babi berjalan dengan lancar.

“Dan sangat adil karena dilakukan dengan metode sistim cabut lot. Sehingga tidak ada masyarakat yang merasa dirugikan dan diperlalakukan tidak adil,” tutup Kadus Rawah Indah. **

Baca Juga : Hujan Akibatkan Longsor di Desa Orobua, Gilingan Padi Warga Ikut Tertimbun

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda