Logo Harian.news

Tren Kuliner Jepang di Makassar: Strategi Bisnis dan Kontribusi Ekonomi

Editor : Redaksi Kamis, 09 Januari 2025 10:28
Tren Kuliner Jepang di Makassar: Strategi Bisnis dan Kontribusi Ekonomi

Citizen Reporter : Nur Indah Sari
(Mahasiswa Jurusan Jurnalistik UIN Alauddin Makassar)

HARIAN.NEWS – Kuliner Jepang semakin diminati di Indonesia, termasuk di Kota Makassar.

Makanan seperti mochi dan sushi tidak hanya menjadi favorit masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi pelaku bisnis lokal.

Baca Juga : Almaz Segera Buka Cabang Pertama di Makassar, Ayam Goreng Cita Rasa Timur Tengah

Dua pelaku usaha, Nabila Latifa, pemilik Mochiko Daifuku, dan Erwin, pemilik Sushi Marru, membuktikan bahwa kreativitas dan inovasi dapat mengubah tren kuliner menjadi bisnis yang sukses.

Nabila Latifa, seorang mahasiswa berusia 20 tahun, memulai bisnis Mochiko Daifuku pada Maret 2024. Ia terinspirasi dari tren media sosial yang memperlihatkan popularitas mochi
sebagai camilan yang banyak diminati masyarakat.

Melihat peluang ini, Nabila memutuskan
untuk menjadikannya sebagai usaha sampingan yang akhirnya berkembang menjadi bisnis menjanjikan

Baca Juga : Sektor Kuliner Potensi Raup Rp 200 M di Makassar

“Awalnya, saya hanya iseng mengisi waktu libur kuliah, tetapi kemudian saya berpikir untuk membuat sesuatu yang produktif sekaligus menghasilkan uang,” ungkap Nabila saat diwawancarai.

Mochiko Daifuku menawarkan empat varian rasa: stroberi, cokelat, whipped cream, dan Oreo. Dari semua varian, rasa cokelat menjadi favorit pelanggan.

Namun, Nabila tidak memungkiri bahwa menjalankan bisnis sambil kuliah penuh dengan tantangan.

Baca Juga : Warkop Sija dengan Aneka Menu dan Konsep Modern Hadir di Hertasning

“Tantangan terbesar adalah fluktuasi pesanan harian dan kesulitan membagi waktu antara kuliah dan bisnis. Tapi saya memanfaatkan media sosial untuk pemasaran, karena anak-anak dan remaja sangat menyukai produk yang lucu dan menarik,” jelasnya.

Ke depan, Nabila berencana mengembangkan bisnisnya menjadi sebuah kafe yang menyediakan berbagai jenis kue dan camilan, termasuk mochi. Namun, ia memilih untuk fokus pada pendidikannya sebelum melangkah lebih jauh.

Tidak hanya menjadi peluang bisnis, mochi juga memiliki nilai budaya yang kuat. Kitajhima Rea, seorang warga Jepang asli, menjelaskan bahwa mochi sering digunakan dalam perayaan tradisional Jepang, terutama saat Tahun Baru.

Baca Juga : Pemkot Rilis Kuliner Rekomendasi di Makassar

“Mochi melambangkan keberuntungan dan kesejahteraan. Proses pembuatannya yang disebut mochitsuki juga menjadi simbol kekuatan dan persatuan keluarga,” ujar Kitajhima.

Menurut dosen kewirausahaan, Dr. Rusdi Raprayogha, SE., M.M, tren mochi di Makassar mencerminkan bagaimana inovasi kuliner dapat mendukung sektor ekonomi dan pariwisata lokal.

“Dengan menambahkan sentuhan lokal seperti topping durian atau pisang ijo, mochi dapat menjadi daya tarik wisata kuliner di Makassar,” ucapnya.

Sementara itu, Erwin, pemilik Sushi Marru, mengusung konsep kuliner Jepang yang tidak hanya fokus pada rasa, tetapi juga keindahan penyajian. Restoran yang terletak di Jl. Sawerigading, Makassar, ini menjadi salah satu tempat favorit bagi pecinta makanan Jepang, terutama generasi milenial.

“Sebagian besar pelanggan kami adalah anak-anak muda yang gemar dengan makanan seperti sushi, ramen, dan bento dengan berbagai varian,” kata Erwin.

Sushi Marru menawarkan menu dengan harga terjangkau, mulai dari Rp 20 ribu. Salah satu menu yang paling diminati adalah Yakiniku, yaitu daging panggang khas Jepang.

“Tema kami bukan hanya soal rasa, tetapi juga visual. Sushi kami disajikan di atas miniatur kapal pinisi, menara, hingga kincir. Ini membuat pengalaman makan lebih menyenangkan,” jelas Erwin.

Restoran ini buka setiap hari dari pukul 10.00 hingga 22.00 WITA dan menjadi salah satu tempat yang ramai dikunjungi karena konsep uniknya.

Menurut Dr. Rusdi Raprayogha, tren makanan Jepang seperti mochi dan sushi tidak hanya menjadi peluang bisnis, tetapi juga dapat berkontribusi pada daya tarik wisata lokal.

“Makassar memiliki potensi besar untuk menjadikan kuliner Jepang sebagai bagian dari identitas pariwisata kuliner. Dengan inovasi yang tepat, seperti menambahkan sentuhan budaya lokal dan memanfaatkan strategi digital, kuliner Jepang dapat menjadi daya tarik
baru yang memperkaya sektor ekonomi kreatif,” ujarnya.

Dr. Rusdi juga menyarankan pelaku usaha untuk menambahkan elemen edukasi dalam bisnis mereka, seperti workshop membuat sushi atau mochi.

“Ini tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi pelanggan, tetapi juga meningkatkan kesadaran budaya sekaligus memperkuat nilai tambah bisnis mereka,” tambahnya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Penulis : Citizen Reporter

Follow Social Media Kami

KomentarAnda