Logo Harian.news

UMI Keluarkan Maklumat Moral Pasca Demo Makassar, Ingatkan Mahasiswa Tak Terprovokasi

Editor : Redaksi Minggu, 31 Agustus 2025 22:23
Pimpinan UMI saat melakukan jumpa pers di Hotel Claro Makassar. (Foto: Gita/HN)
Pimpinan UMI saat melakukan jumpa pers di Hotel Claro Makassar. (Foto: Gita/HN)
APERSI

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Universitas Muslim Indonesia (UMI) resmi mengeluarkan maklumat moral menyikapi tensi sosial-politik pasca demonstrasi besar di Makassar.

Pihak kampus menegaskan pentingnya menjaga ketenangan, seraya menawarkan solusi agar dinamika di masyarakat tidak berujung pada perpecahan dan anarkisme

Baca Juga : UMI Jadi PTS Terbaik di Makassar Versi EduRank 2026

Selain itu, UMI juga mengarahkan kepada mahasiswa dan komponen masyarat agar tetap melakukan demonstrasi dengan cara yang damai, berintelektual dialogis dan instruktif.

Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, menyebut maklumat ini ditujukan tidak hanya untuk civitas akademika dan alumni, tetapi juga bagi masyarakat Sulawesi Selatan dan bangsa Indonesia secara luas.

“Pertemuan ini memberikan informasi pada masyarakat dan menawarkan solusi terbaik dalam rangka meredam situasi,” ujarnya, Minggu (31/8/2025).

Baca Juga : Halal bi Halal UMI Dirangkaikan Premiere Film “TEKAD”, Angkat Perjuangan Anak Tempuh Pendidikan

Ia mengungkapkan, sikap resmi UMI juga telah disampaikan langsung kepada Presiden RI dan lembaga tinggi negara.

“Surat kita sudah ada, ditembuskan ke Presiden, MPR, DPR, DPD, hingga kementerian terkait. Jadi rilis ini sudah resmi,” tegasnya.

Meski membuka ruang komunikasi dengan perguruan tinggi lain, Prof. Hambali berhati-hati agar langkah tersebut tidak disalahartikan.

Baca Juga : Sepuluh Malam Terakhir Ramadan, FK UMI Gelar I’tikaf Bersama di Masjid Menara UMI

“Kalau ada ide dari pimpinan universitas lain, tentu kita siap. Tapi jangan sampai terkesan membangun kekuatan politik, karena bukan itu tujuan kami,” jelasnya.

UMI turut menyiapkan langkah antisipatif bila kondisi semakin genting. Mulai dari edaran khusus yang mewajibkan koordinasi pembina kemahasiswaan, hingga opsi meliburkan aktivitas akademik jika benar-benar diperlukan.

“Tapi jangan juga libur kalau tidak jelas parameternya. Untuk saat ini, aktivitas kampus berjalan normal,” tandasnya.

Baca Juga : 9 Dosen UMI Kantongi Pendanaan Penelitian Multitahun 2026 dari LLDIKTI Wilayah IX

Prof. Hambali mengingatkan mahasiswa untuk tidak mudah terseret arus provokasi di tengah derasnya informasi yang beredar.

“Mari kita jaga kampus masing-masing, tetap bersilaturahmi, dan tidak terjebak narasi yang memperkeruh keadaan,” terangnya.

Selanjutnya, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof Masrurah Mokhtar mengimbau kepada seluruh mahasiswa dan masyarakat untuk menolak bentuk kekerasan hingga anarkis yang hanya menimbulkan luka.

“Kami meyakini keberkahan yang ditempuh dengan jalan yang sesuai dengan ajaran islam, nilai moral serta hukum yang berlaku dapat menghasilkan perubahan yang bermanfaat dan diridhoi Allah,” pungkasnya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda