HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) tahun 2024 telah di depan mata. Jauh-jauh hari sebelumnya, telah muncul banyak figur yang memunculkan diri untuk bertarung dalam kontestasi lima tahunan ini, baik figur baru maupun wajah-wajah lama.
Tak terkecuali putra mahkota atau anak eks kepala daerah di Sulsel yang juga muncul menawarkan diri untuk melanjutkan kepemimpinan orang tuanya sebelumnya. Sebutlah, di Pilkada Sidrap, muncul Yusuf Mando yang merupakan anak Bupati Sidrap periode 2018–2023, Dollah Mando.
Baca Juga : Siap-siap, Yamaha Cup Race 2026 Bakal Suguhkan Aksi Balap Spektakuler hingga Promo Menarik
Di Pilwalkot Palopo, ada Farid Kasim Judas, anak dari Wali Kota Palopo 2 periode 2013-2018 dan 2018-2023 Judas Amir.
Kemudian di Pilkada Enrekang, muncul Mitra Fakhruddin, anak dari Bupati Enrekang dua periode (2013–2018 dan 2018–2023) Muslimin Bando.
Kemunculan putra mahkota juga tak lolos dari 2 kabupaten yang saat ini tengah berkembang, yaitu di Luwu dan Barru. Masing-masing ada Arham Basmin yang merupaka anak dari Bupati Luwu dari 2004 sampai 2009 dan dari 2019 sampai 2024 Basmin Mattayang. Di Barru ada dokter muda, dokter Ulfa Nurul Huda, anak dari Bupati Barru periode 2017-2021 dan 2021-2024, Suardi Saleh.
Baca Juga : Sport Tourism Dongkrak Ekonomi Sidrap: Turnamen Domino Jadi Magnet Wisata dan UMKM
Pengamat Politik Prof Sukri Tamma, mengatakan, modal seseorang untuk maju Pilkada 2024 minimal ada tiga parameternya.
“Modal Politik, sosial, dan ekonomi, nah siapapun yang punya 3 modal ini berpotensi untuk maju, kalau kita lihat putra mahkota inikan hampir punya semuanya, paling tidak orang tua mereka punya basis,” jelas Sukri, Selasa (2/7/2024).
Dari sejumlah nama putra mahkota yang akan maju di Pilkada, orang tuanya menjadi pejabat elit di partai, sehingga membuka peluang bagi anaknya untuk mendapatkan dukungan Parpol
Baca Juga : Sukses Gelar Domino Nine Cup II, Bupati Sidap dan HGI Bidik Turnamen Skala Besar di Awal 2027
“Kalau pun secara politik, orang tua mereka berdekatan dengan partai politik bahkan ada yang jadi kader hingga elit partai, kalau kita bicara ekonomi ya secara sederhana Kita bisa bilang bahwa para mantan kepala daerah, secara ekonomi cukup mapan untuk maju,” ungkap Dekan Fisip Unhas itu.
Meski begitu, Sukri menyampaikan putra mahkota yang akan maju punya tantangan tersendiri, sebab orang tuanya tidak lagi sebagai kepala daerah.
“Jadikan hampir semua wilayah ini, kecuali Gowa, Maros dan beberapa daerah, tapi hampir semua Pj sehingga artinya pemikiran kalau dia putra mahkota harapannya dia bisa salah satunya adalah sistem birokrasi. Tentu apakah masih mungkin, Saya kira sangat-sangat bisa, itu dijalankan tergantung orang tuanya bagaimana selama ini memimpin birokrasi,” terangnya
Baca Juga : Halalbihalal Hikma Manggala Perkuat Sinergi dan Persaudaraan Warga Enrekang di Makassar
Peluang mendapatkan dukungan ASN kata Sukri terbuka lebar buat putra mahkota, mengingat kepemimpinan di tingkat OPD juga banyak diincar para ASN.
“Pilkada itukan salah satu jalur cepat untuk ASN (promosi jabatan), di luar itu perlu proses kan. Kalau kita berbicara Pilkada kan kemudian mereka mendukung, kalau mendukung kandidat yang menang itu artinya bisa ekspres untuk dipromosikan,” tandasnya.
PENULIS: NURSINTA
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

