Logo Harian.news

Usai Bertemu Jokowi, Maruarar Yakin Presiden akan Turun Gunung Kampanyekan 02

Editor : Rasdianah Senin, 29 Januari 2024 14:26
Maruarar Sirait dan Jokowi. Foto: ist
Maruarar Sirait dan Jokowi. Foto: ist

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Isyarat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu yang menyebut seorang presiden boleh berkampanye, sangat mungkin akan teralisasi. Mantan politikus PDIP yang kini banting setir dukung Prabowo-Gibran, Maruarar Sirait mengaku telah bertemu Jokowi membahas rencana turun gunungnya mantan wali kota Solo tersebut untuk memenangkan pasangan nomor 02.

Maruarar atau Ara meyakini Presiden Jokowi bakal turun ke medan kampanye untuk membantu pemenangan Prabowo-Gibran. Ara mengaku paham dengan pernyataan Jokowi yang terbuka atas pilihan politiknya untuk berada di kubu Prabowo-Gibran.

“Sebagai orang yang dekat dengan beliau, saya tahu hati dan pikirannya, saya yakin beliau (Jokowi) pasti mendukung Prabowo-Gibran,” kata Ara saat di gelaran kampanye Prabowo-Gibran di Jakarta Convention Center (JCC), dikutip dari republika, Senin (29/1/2024).

Baca Juga : Jokowi ke Singapura, Gibran ke Afrika Selatan

“Saya menyarankan beliau (Jokowi) untuk turun kampanye di beberapa wilayah yang strategis. Saya belum tahu di mana. Tetapi sudah bertemu beberapa kali dengan beliau dan menyampaikan saran untuk turun di beberapa wilayah kampanye strategis,” lanjut Ara.

Untuk diketahui, Jokowi beberapa hari lalu menyampaikan bahwa dirinya sebagai presiden aktif dibolehkan ikut berkampanye memenangkan paslon dalam Pemilu 2024.

Kata dia, sebagai presiden, dirinya pun punya hak untuk memiliki kecondongan politik dalam pesta demokrasi lima tahunan itu. Meskipun Jokowi tak eksplisit menyebutkan kecondongan politiknya itu ke paslon yang mana. Namun, pernyataan itu diyakini bentuk sikap terbuka dari Jokowi untuk memberi dukungan politik ke Prabowo-Gibran.

Baca Juga : Asrul Sani Perlihatkan Ijazahnya, Jokowi?

“Hak demokrasi hak politik setiap orang. Setiap menteri sama saja. Yang penting, presiden itu boleh loh kampanye. Presiden itu boleh loh memihak. Boleh,” kata Jokowi di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (24/1/2024).

Selain merupakan pejabat publik, kata dia, presiden juga merupakan pejabat politik. Kendati demikian, Jokowi menegaskan bahwa dalam berkampanye, presiden tidak boleh menggunakan fasilitas negara.

“Kita ini kan pejabat publik sekaligus pejabat politik. Masak gini nggak boleh, berpolitik nggak boleh, boleh. Menteri juga boleh,” kata Jokowi.
Ia menegaskan, seorang presiden ataupun menteri boleh berkampanye. Namun, ia menyerahkan kepada masing-masing individu apakah akan ikut berkampanye atau tidak.

Baca Juga : Klaim Lihat Langsung Ijazah Jokowi di Solo, Budi Arie: Asli

“Jangan presiden tidak boleh (berkampanye), boleh berkampanye, boleh. Tapi kan dilakukan atau tidak dilakukan terserah individu masing-masing,” ujar dia.

Untuk memastikan tidak ada konflik kepentingan, Jokowi pun menekankan agar dalam berkampanye tidak boleh menggunakan fasilitas negara. Saat ditanya apakah ia akan menggunakan kesempatan berkampanye itu, Jokowi tidak menjawab jelas. Ia hanya mengatakan akan melihat waktu yang tepat untuk berkampanye. “Ya nanti dilihat,” ujarnya.

Selain itu, Jokowi juga sempat ditanya apakah dirinya sudah memihak kepada satu paslon tertentu. Namun, ia justru bertanya balik kepada awak media. “Itu yang saya mau tanya, memihak ndak,” kata Jokowi sambil tertawa kecil.

Baca Juga : Selamat Hari Santri Nasional 2025

Pernyataan terbuka tersebut ditafsir banyak kalangan sebagai tanda Jokowi bakal turut berkampanye memenangkan Prabowo-Gibran. Di sisi lain, banyak juga yang menilai pernyataan Jokowi tersebut tak etis mengingat jabatannya sebagai presiden aktif, meski tak melanggar hukum.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda