HARIAN.NEWS,JAKARTA – Bali kembali membuktikan taringnya di peta pariwisata global. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan, Pulau Dewata memiliki modal kuat untuk bertransformasi menjadi salah satu destinasi Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) terbaik dunia.
Pernyataan ini disampaikan Wamenpar saat melantik pengurus Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) periode 2026–2031 di The Meru, Sanur, Bali, Jumat (5/6/2026) malam.
Data International Congress and Convention Association (ICCA) mencatat, Bali kini bertengger di peringkat ke-38 dunia sebagai destinasi penyelenggaraan pertemuan internasional asosiasi. Angka ini bukan prestasi kecil.
Tren positif terus menunjukkan grafik menanjak. Sepanjang 2024, Bali sukses menyelenggarakan 54 pertemuan internasional berstandar ICCA. Jumlah ini melonjak signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya mencatat 34 event.
“Kehadiran BaliCEB harus menjadi instrumen baru, semangat baru, dan kekuatan baru bagi kita semua untuk mewujudkan Bali sebagai destinasi MICE kelas dunia,” tegas Ni Luh Puspa.
Industri MICE bukan sekadar pertemuan biasa. Sektor ini memiliki efek pengganda ekonomi yang jauh lebih besar dibanding wisata konvensional.
Peserta konvensi internasional cenderung memiliki daya beli tinggi. Mereka mengisi hotel berbintang, menggunakan transportasi premium, mengonsumsi produk UMKM lokal, hingga menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan jasa pendukung lainnya.
Bali, menurut Wamenpar, memiliki keunggulan kompetitif yang langka. Kombinasi kekayaan alam, budaya yang hidup, dan keramahtamahan masyarakat menjadi paket lengkap yang sulit ditandingi destinasi lain.
“Setiap destinasi memiliki keunggulannya masing-masing. Bali memiliki kekuatan yang khas melalui kekayaan alam, budaya, dan keramahtamahan masyarakat,” ujarnya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
