“Pengembangan industri MICE tidak hanya tentang mendatangkan event internasional, tetapi juga memastikan manfaat ekonominya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Bali,” ujar Ketut Jaman.
UMKM, pelaku ekonomi kreatif, komunitas lokal, seniman, dan pekerja pariwisata akan menjadi penerima manfaat langsung dari ekosistem MICE yang lebih matang.
Pelantikan ini turut dihadiri Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenpar Vinsencius Jemadu, serta Direktur Utama Politeknik Pariwisata Bali Ida Bagus Putu Puja. Kehadiran mereka menandakan sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan industri.
Dengan modal ranking dunia, kekayaan budaya, dan kepengurusan baru yang visioner, Bali tampaknya siap menulis babak baru sebagai raja MICE Asia Tenggara. Pertanyaannya kini: mampukah Pulau Dewata menembus papan atas destinasi MICE dunia dalam lima tahun ke depan?
Jawabannya ada pada eksekusi. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
