Oleh: Muh. Ihsan & Muh. Haycal
(Citizen Reporter Harian.News)
HARIAN.NEWS – Suasana akhir pekan di Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Minasate’ne, Kabupaten Pangkep, terasa berbeda pada Sabtu (25/10/2025). Deretan spanduk bertuliskan “International Community Service – IB Fair 2025” menghiasi area kegiatan.
Di sinilah kami, mahasiswa dan dosen dari Program Studi Perbankan Syariah UIN Alauddin Makassar, menggelar pengabdian masyarakat berskala internasional dengan semangat membangun ekonomi syariah yang ramah lingkungan.
Baca Juga : Pemkab Pangkep Sampaikan Duka Mendalam atas Kecelakaan Kapal di Perairan Pangkep
Kegiatan ini kami beri tema “Building a Sustainable Sharia Economy Through Environmentally Based Entrepreneurship in Islamic Boarding Schools.” Sebuah tema yang tidak hanya bicara teori, tapi juga praktik nyata tentang bagaimana pesantren bisa mandiri secara ekonomi tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam dan kepedulian terhadap alam.
Peserta yang hadir cukup beragam, mulai dari santriwati IMMIM Minasate’ne, dosen, mahasiswa, hingga perwakilan lembaga mitra dari dalam dan luar negeri. Kami belajar bersama tentang bagaimana wirausaha hijau bisa diterapkan di lingkungan pesantren.
Salah satu sesi yang menarik adalah saat Masumi Ono, perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA), berbagi pengalaman tentang budaya kerja dan etos masyarakat Jepang.
Baca Juga : Wakil Bupati Pangkep Sambut Mahasiswa UCM yang KKN di Bulu Cindea
Dari beliau kami belajar arti disiplin, tanggung jawab, dan efisiensi, nilai-nilai yang ternyata sejalan dengan prinsip Islam dalam bekerja.
Selain itu, ada juga pemateri nasional seperti Samsul Arifai, S.A.B., M.A. dari UIN Alauddin, Dr. Retno, S.E., M.Si. dari Universitas Hasanuddin, serta Ummu Kalsum, S.ST., M.Ak. dari Universitas Muslim Indonesia. Mereka mengupas bagaimana ekonomi syariah bisa bersinergi dengan konsep green entrepreneurship atau kewirausahaan berbasis lingkungan.
Acara dibuka oleh Dr. Ismawati, S.E., M.Si., Ketua Jurusan Perbankan Syariah, dan mendapat apresiasi dari Direktur Pondok Pesantren Modern IMMIM Putri, Prof. Dr. Hj. Amrah Kasim, Lc., M.A., yang menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata kolaborasi akademisi dan masyarakat lintas negara.
Baca Juga : Tanam Jagung Serentak Bersama DPD RI di Pangkep, Mentan Amran Dorong Lompatan Produksi Pangan
Lewat kegiatan ini, kami ingin memberikan bukan hanya ilmu, tapi juga inspirasi. Bahwa santriwati bisa menjadi pelaku ekonomi, sekaligus penjaga bumi. Bahwa pesantren bisa menjadi pusat lahirnya wirausaha muda yang membawa keberkahan dan kelestarian lingkungan.
Kami pulang dari IMMIM Minasate’ne dengan satu pesan penting: menjadi muslim yang berdaya itu bukan hanya soal ibadah, tapi juga bagaimana kita menjaga alam dan menebar manfaat bagi sesama.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
