Logo Harian.news

Wisatawan Malino Bebas Roaming Berkat Jaringan IM3 yang Kuat

Editor : Redaksi II Selasa, 01 Oktober 2024 06:29
Para wisatawan di Malino. (Foto: Gita/HN)
Para wisatawan di Malino. (Foto: Gita/HN)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Salah satu tujuan wisata alam yang populer adalah Puncak Malino. Sebagian besar wisatawan yang berkunjung biasanya menuju Hutan Pinus Malino di Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, atau sekadar mengunjungi berbagai spot wisata buatan lainnya.

Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Makassar atau Gowa, tetapi juga dari berbagai wilayah di Sulawesi Selatan. Terlihat, lalu lintas menuju puncak masih sangat padat.

Baca Juga : Ngulik AI di UMI Makassar, IM3 dan Google Gemini Dorong Literasi Digital Mahasiswa

Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Kabupaten Gowa, jumlah wisatawan yang mengunjungi Malino mencapai sekitar 10.000 orang.

Secara khusus, di Hutan Pinus Malino, pengelola mencatat bahwa dalam satu minggu kunjungan bisa mencapai 3.500 orang. Namun, pengunjung sering mengeluhkan jaringan internet yang terganggu saat lokasi sedang penuh.

Pengelola Wisata Hutan Pinus Malino, Sahria Daeng Sompa, menjelaskan bahwa puncak kunjungan ke hutan pinus biasanya terjadi pada akhir pekan saat liburan. Sebagian besar pengunjung datang untuk berkuda dan berfoto.

Baca Juga : Nokia dan Indosat Percepat Pengembangan 5G Berbasis AI di Indonesia

“Biasanya, setelah berfoto, mereka ingin langsung mengunggahnya, jadi butuh jaringan internet. Namun, banyak yang menjual kuota di sini,” ujarnya.

Seorang warga Tinggimoncong, Yunita Cancerina, menyebut bahwa IM3 adalah salah satu jaringan yang kuat di Puncak Malino. Ia dan keluarganya juga menggunakan layanan ini.

Selain itu, Yunita menambahkan, wisata Malino terletak di ketinggian 1.050 meter di atas permukaan laut, dengan suhu udara antara 10 hingga 26 derajat Celsius, yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Baca Juga : Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan, Kemnaker Teken MoU dengan Wadhwani dan Indosat

Malino adalah kawasan wisata yang menawarkan berbagai objek menarik, seperti air terjun, jalur pendakian, hutan pinus, serta sejumlah resort atau penginapan terbaru.

“Sekarang, banyak tempat baru yang dilengkapi dengan spot foto dan tanaman bunga,” jelasnya.

Selain itu, terdapat berbagai fasilitas lengkap yang meningkatkan kenyamanan pengunjung, terutama di area Pattapang, Batulapisi, dan Lembanna.

Baca Juga : Mudik Lebaran 2026, Indosat Antisipasi Lonjakan Trafik 53 Persen di Jeneponto

Meskipun begitu, penginapan di Puncak Malino selalu penuh. Pemilik resort dan penginapan meraup keuntungan besar dari tingginya tingkat hunian.

“Namun, pengunjung sering memilih penginapan dengan jaringan internet yang baik. Kebanyakan dari mereka menggunakan kartu Indosat untuk bebas roaming saat mengunggah foto,” tambahnya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda