HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Salah satu tujuan wisata alam yang populer adalah Puncak Malino. Sebagian besar wisatawan yang berkunjung biasanya menuju Hutan Pinus Malino di Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, atau sekadar mengunjungi berbagai spot wisata buatan lainnya.
Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Makassar atau Gowa, tetapi juga dari berbagai wilayah di Sulawesi Selatan. Terlihat, lalu lintas menuju puncak masih sangat padat.
Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Kabupaten Gowa, jumlah wisatawan yang mengunjungi Malino mencapai sekitar 10.000 orang.
Baca Juga : Ingin Liburan Akhir Tahun Tetap Asik? Segera Lakukan Aktivasi Paket IM3 dan Tri
Secara khusus, di Hutan Pinus Malino, pengelola mencatat bahwa dalam satu minggu kunjungan bisa mencapai 3.500 orang. Namun, pengunjung sering mengeluhkan jaringan internet yang terganggu saat lokasi sedang penuh.
Pengelola Wisata Hutan Pinus Malino, Sahria Daeng Sompa, menjelaskan bahwa puncak kunjungan ke hutan pinus biasanya terjadi pada akhir pekan saat liburan. Sebagian besar pengunjung datang untuk berkuda dan berfoto.
“Biasanya, setelah berfoto, mereka ingin langsung mengunggahnya, jadi butuh jaringan internet. Namun, banyak yang menjual kuota di sini,” ujarnya.
Baca Juga : AIvolusi5G Indosat Hadir di Makassar, Jaringan 5G Kini Lebih Cepat dan Stabil
Seorang warga Tinggimoncong, Yunita Cancerina, menyebut bahwa IM3 adalah salah satu jaringan yang kuat di Puncak Malino. Ia dan keluarganya juga menggunakan layanan ini.
Selain itu, Yunita menambahkan, wisata Malino terletak di ketinggian 1.050 meter di atas permukaan laut, dengan suhu udara antara 10 hingga 26 derajat Celsius, yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Malino adalah kawasan wisata yang menawarkan berbagai objek menarik, seperti air terjun, jalur pendakian, hutan pinus, serta sejumlah resort atau penginapan terbaru.
Baca Juga : Selamat! Indosat Masuk Daftar Fortune 100 Best Companies to Work Southeast Asia
“Sekarang, banyak tempat baru yang dilengkapi dengan spot foto dan tanaman bunga,” jelasnya.
Selain itu, terdapat berbagai fasilitas lengkap yang meningkatkan kenyamanan pengunjung, terutama di area Pattapang, Batulapisi, dan Lembanna.
Meskipun begitu, penginapan di Puncak Malino selalu penuh. Pemilik resort dan penginapan meraup keuntungan besar dari tingginya tingkat hunian.
Baca Juga : Ritual Maddoja Bine di Sengka Kini Terhubung Jaringan Indosat
“Namun, pengunjung sering memilih penginapan dengan jaringan internet yang baik. Kebanyakan dari mereka menggunakan kartu Indosat untuk bebas roaming saat mengunggah foto,” tambahnya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
