HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Salah satu tujuan wisata alam yang populer adalah Puncak Malino. Sebagian besar wisatawan yang berkunjung biasanya menuju Hutan Pinus Malino di Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, atau sekadar mengunjungi berbagai spot wisata buatan lainnya.
Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Makassar atau Gowa, tetapi juga dari berbagai wilayah di Sulawesi Selatan. Terlihat, lalu lintas menuju puncak masih sangat padat.
Baca Juga : IM3 Istimewa Tawarkan Kuota hingga 150 GB, Bisa Rollover hingga 12 Bulan
Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Kabupaten Gowa, jumlah wisatawan yang mengunjungi Malino mencapai sekitar 10.000 orang.
Secara khusus, di Hutan Pinus Malino, pengelola mencatat bahwa dalam satu minggu kunjungan bisa mencapai 3.500 orang. Namun, pengunjung sering mengeluhkan jaringan internet yang terganggu saat lokasi sedang penuh.
Pengelola Wisata Hutan Pinus Malino, Sahria Daeng Sompa, menjelaskan bahwa puncak kunjungan ke hutan pinus biasanya terjadi pada akhir pekan saat liburan. Sebagian besar pengunjung datang untuk berkuda dan berfoto.
Baca Juga : RUPSLB Indosat Sahkan Perpanjangan Jabatan Vikram Sinha
“Biasanya, setelah berfoto, mereka ingin langsung mengunggahnya, jadi butuh jaringan internet. Namun, banyak yang menjual kuota di sini,” ujarnya.
Seorang warga Tinggimoncong, Yunita Cancerina, menyebut bahwa IM3 adalah salah satu jaringan yang kuat di Puncak Malino. Ia dan keluarganya juga menggunakan layanan ini.
Selain itu, Yunita menambahkan, wisata Malino terletak di ketinggian 1.050 meter di atas permukaan laut, dengan suhu udara antara 10 hingga 26 derajat Celsius, yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Baca Juga : Ngulik AI di UMI Makassar, IM3 dan Google Gemini Dorong Literasi Digital Mahasiswa
Malino adalah kawasan wisata yang menawarkan berbagai objek menarik, seperti air terjun, jalur pendakian, hutan pinus, serta sejumlah resort atau penginapan terbaru.
“Sekarang, banyak tempat baru yang dilengkapi dengan spot foto dan tanaman bunga,” jelasnya.
Selain itu, terdapat berbagai fasilitas lengkap yang meningkatkan kenyamanan pengunjung, terutama di area Pattapang, Batulapisi, dan Lembanna.
Baca Juga : Nokia dan Indosat Percepat Pengembangan 5G Berbasis AI di Indonesia
Meskipun begitu, penginapan di Puncak Malino selalu penuh. Pemilik resort dan penginapan meraup keuntungan besar dari tingginya tingkat hunian.
“Namun, pengunjung sering memilih penginapan dengan jaringan internet yang baik. Kebanyakan dari mereka menggunakan kartu Indosat untuk bebas roaming saat mengunggah foto,” tambahnya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
