Logo Harian.news

PIALA DUNIA 2026

Adidas Trionda, Bola PD 2026 dengan 4 Panel dan Chip Canggih

Editor : Andi Awal Tjoheng Minggu, 21 Juni 2026 12:28
Adidas Trionda, bola resmi Piala Dunia 2026, dengan desain revolusioner 4 panel berbasis tetrahedron dan mikrotekstur permukaan yang presisi || (IG@hinchastoree)
Adidas Trionda, bola resmi Piala Dunia 2026, dengan desain revolusioner 4 panel berbasis tetrahedron dan mikrotekstur permukaan yang presisi || (IG@hinchastoree)

Namun, ada risiko: semakin sedikit panel, semakin sedikit jahitan, semakin halus permukaan. Dan kehalusan berlebihan adalah resep bencana aerodinamika—seperti yang terjadi pada Jabulani.

Adidas tahu ini. Maka mereka mengambil pendekatan berbeda.

Baca Juga : Piala Dunia dan Bangsa Penonton

Rekayasa Permukaan: Alur yang Disengaja

Berdasarkan pengukuran pemindai laser beresolusi tinggi, peneliti menemukan bahwa jahitan Trionda lebih panjang, lebih dalam, dan lebih lebar dibanding Jabulani.

Setiap panel Trionda memiliki tiga alur dalam yang menonjol:

Baca Juga : Ferran Torres Jadi Tumpuan Spanyol di Piala Dunia 2026, Ini Profilnya

Alur terlebar: 9,04 mm lebar, 1,29 mm dalam

Alur menengah: 6,08 mm lebar, 0,85 mm dalam

Alur tersempit: 3,26 mm lebar, 0,48 mm dalam

Baca Juga : Spanyol Angkat Trofi Piala Dunia 2026 Usai Tekuk Argentina 1-0

Alur-alur ini, bersama mikrotekstur yang diukir pada permukaan, dirancang untuk menciptakan turbulensi simetris di sekitar bola. Tujuannya: memastikan bola bergerak dalam lintasan yang dapat diprediksi.

Hasil Uji Terowongan Angin: Drag Crisis di 43 km/jam

Goff, bersama koleganya dari Universitas Tsukuba (Jepang) dan Seoul Women’s University (Korea), melakukan serangkaian uji terowongan angin. Bola dipasang pada batang baja, dan angin dialirkan pada kecepatan 7-35 meter per detik—sesuai kecepatan bola dalam pertandingan nyata.

Baca Juga : Cerita Foto Ikonik Messi Memandikan Yamal, Dua Generasi yang Bertemu di Final Piala Dunia 2026

Hasilnya mengejutkan: Trionda mencapai drag crisis pada kecepatan sekitar 43 km/jam.

Ini jauh lebih rendah dibanding:

Al-Rihla, Telstar 18, Brazuca: 50-65 km/jam

Jabulani: 79-97 km/jam

Adidas Trionda  ||(IG@hinchastoree)

Artinya, pada kecepatan tendangan sudut dan tendangan bebas, Trionda sudah berada di rezim turbulen yang stabil. Perilakunya lebih bisa diprediksi. Tidak ada lagi “efek Jabulani” yang menakutkan.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda