Adidas memulai dengan uji acak: menyelipkan bola ber-chip ke sesi latihan klub tanpa memberitahu pemain. Kemudian, para pemain diminta mengidentifikasi mana bola yang ada chip-nya.
“Kesimpulannya: tidak ada pemain yang mampu mendeteksi atau membedakannya. Ini luar biasa,” ujar Schaefke kepada Gulf News.
Baca Juga : Mimpi Buruk Ekuador, Ditahan Imbang Curacao 0-0
Adidas menyebut Trionda sebagai bola paling banyak diuji dalam sejarah perusahaan. Proses pengujian mencakup:
Robot penendang yang menendang 100 bola dengan kecepatan spesifik
Uji laboratorium komprehensif
Baca Juga : Dua Gol Dua Laga! Saibari Ukir Rekor Baru Maroko
Pengujian lapangan langsung di enam kota tuan rumah
Bukti di Lapangan: Gol Jarak Jauh Ayari
Hingga artikel ini ditulis, belum ada komplain berarti tentang Trionda. Ini indikasi kuat bahwa bola ini bekerja sesuai desain.
Baca Juga : Dramatis! Jerman Bangkit, Taklukkan Pantai Gading 2-1
Kekurangan teoritis—jarak tempuh yang sedikit lebih pendek—tidak terasa signifikan dalam pertandingan nyata. Bukti? Sejumlah gol jarak jauh sudah dicetak, termasuk dua gol Yasin Ayari untuk Swedia ke gawang Tunisia.
Artinya, Trionda bekerja dengan baik. Ia bukan produk sempurna—tidak ada yang sempurna. Tapi ketidaksempurnaan itulah yang akan mendorong pengembangan bola yang lebih baru lagi di masa depan.
Seperti kata Goff: “Kita melakukannya karena kita bisa. Karena itu ada.” ***
Baca Juga : Belanda Pesta 5-1 atas Swedia, Kokoh di Puncak Grup F
( berbagai sumber)
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
