Adidas memulai dengan uji acak: menyelipkan bola ber-chip ke sesi latihan klub tanpa memberitahu pemain. Kemudian, para pemain diminta mengidentifikasi mana bola yang ada chip-nya.
“Kesimpulannya: tidak ada pemain yang mampu mendeteksi atau membedakannya. Ini luar biasa,” ujar Schaefke kepada Gulf News.
Baca Juga : Piala Dunia dan Bangsa Penonton
Adidas menyebut Trionda sebagai bola paling banyak diuji dalam sejarah perusahaan. Proses pengujian mencakup:
Robot penendang yang menendang 100 bola dengan kecepatan spesifik
Uji laboratorium komprehensif
Baca Juga : Ferran Torres Jadi Tumpuan Spanyol di Piala Dunia 2026, Ini Profilnya
Pengujian lapangan langsung di enam kota tuan rumah
Bukti di Lapangan: Gol Jarak Jauh Ayari
Hingga artikel ini ditulis, belum ada komplain berarti tentang Trionda. Ini indikasi kuat bahwa bola ini bekerja sesuai desain.
Baca Juga : Spanyol Angkat Trofi Piala Dunia 2026 Usai Tekuk Argentina 1-0
Kekurangan teoritis—jarak tempuh yang sedikit lebih pendek—tidak terasa signifikan dalam pertandingan nyata. Bukti? Sejumlah gol jarak jauh sudah dicetak, termasuk dua gol Yasin Ayari untuk Swedia ke gawang Tunisia.
Artinya, Trionda bekerja dengan baik. Ia bukan produk sempurna—tidak ada yang sempurna. Tapi ketidaksempurnaan itulah yang akan mendorong pengembangan bola yang lebih baru lagi di masa depan.
Seperti kata Goff: “Kita melakukannya karena kita bisa. Karena itu ada.” ***
Baca Juga : Cerita Foto Ikonik Messi Memandikan Yamal, Dua Generasi yang Bertemu di Final Piala Dunia 2026
( berbagai sumber)
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
