Logo Harian.news

AIA ‘Running’ Pilgub Sulsel, Ada Cagub Terancam Jadi Penonton?

Editor : Redaksi Rabu, 12 Juni 2024 09:12
Pengamat politik, Dr H Hamka Hakim MSi.
Pengamat politik, Dr H Hamka Hakim MSi.

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pengamat Politik dari Universitas Cahaya Prima (Uncapi) Bone, Dr Hamka Hakim memprediksi Andi Iwan Aras (AIA) running Pilgub Sulsel mendatang.

Dibandingkan dengan calon gubernur (Cagub) lain seperti Andi Sudirman Sulaiman (ASS), Moh Ramdhan Pomanto (DP), dan Ilham Arief Sirajuddin (IAS).

“Dinamika politik pilkada serentak 27 November mendatang terutama Pilgub Sulsel maka dipastikan ada yang jadi penonton,” ungkap Dr Hamka mantan sekjen DPP Gema Kosgoro ini.

Baca Juga : Bertemu AIA, Danny: Kita Bicara Simulasi Pilgub Sulsel

Selanjutnya mantan ketua Senat Fisip Unhas ini memberikan penilaiannya berdasarkan beberapa faktor yakni tahapan pendaftaran calon pilkada masih dua bulan lebih yakni akhir Agustus, sehingga Cagub belum ada yang resmi mendapatkan rekomendasi partai pengusung, sementara adanya kekuatan besar dibalik pemodal serta relasi penguasa dan pengusaha yang menghendaki pilihan Paslon berbeda.

“Kita tidak menafikan relasi kuasa dan pengusaha dalam Pilgub Sulsel,” ungkap alumnus Doktor Administrasi Publik Unhas ini.

Sejatinya, kata mantan Dekan Fisip Unsulbar ini bila melihat struktur yang paling siap dan kuat adalah Andi Iwan Aras (AIA) selain memiliki modal sosial sebagai anggota DPR RI tiga periode berturut-turut juga karena kemampuan komunikasi politik ketua DPD Gerindra Sulsel ini berhasil mempertahankan dan menambah perolehan kursi pusat dan menambah perolehan caleg terpilih propinsi menjadi 13 kursi.

Baca Juga : Blak-Blakan, Direktur IPI: Saya Ragu AIA Maju Pilgub Sulsel 2024

“Poinnya adalah pileg 2024 Gerindra dapat 13 kursi,” ucap tutor UT terbaik Indonesia ini.

Selain itu, mantan ketua prodi magister UIT inipun menganalisa bahwa pihak DPP Gerindra memiliki misi untuk memperkuat kadernya yang mencalonkan diri pada pilkada serentak 27 November mendatang sehingga penguatan dan perhatian di Sulsel dan Makassar menjadi target dan prioritas.

“Sulsel dan Makassar masuk skenario pusat,” ucapnya.

Baca Juga : Stabilitas Harga Pangan di Sulsel Masih Jadi Polemik, Begini Respons Ekonom Unhas

Saat ini bila memetakan secara geopolitik maka pemilih AIA yang menguasai daerah pemilihan Sulsel 2 yakni Barru, Bone, Maros, Pangkep, Sinjai, Soppeng, Parepare dan Wajo sangat kuat keterpilihan bila dipasangkan dengan Adnan Purichta Ichsan yang mempresentasikan diri mewakili Gowa, Jeneponto, Takalar, dan Bantaeng, Sinjai, dan Bulukumba. Analisanya jumlah dan kursi parpol pengusung yakni Gerindra-Golkar-PKB sebanyak 35 kursi.

Sementara ASS yang berpasangan dengan Fatmawati yang menguasai Bone dan daerah Ajatappareng terutama Sidrap dan Pinrang. Analisa untuk jumlah parpol dan kursi pengusung yakni Nasdem-PPP-PAN sebanyak 29 kursi.

DP-Indah mewakili pemilih Makassar dan Luwu namun tingkat penerimaan DP di wilayah ini masih belum menguat. Salah satunya PDIP belum memberikan rekomendasi resmi. Analisa jumlah parpol dan kursi pengusung yakni PDI-P – PKS-Demokrat-Hanura sebanyak 21 kursi.

Baca Juga : Pengamat Soroti Kebijakan OJK Setop Restrukturisasi Kredit Perbankan: Picu Kenaikan NPL

Dan terakhir IAS yang sejak lama membranding dirinya masuk cagub Sulsel dan digadang-gadang memperoleh rekomendasi Golkar sampai saat ini belum menentukan pilihan wakilnya sehingga kemungkinan besar menjadi penonton apabila semua rekomendasi partai Golkar diberikan kepada paslon tertentu atau bukan kader internal Golkar.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda