Dan kini, tahun 2026, perjalanan panjang itu membawa saya pada satu amanah yang tidak ringan. Saya ditunjuk oleh Bupati Gowa Husniah Talenrang sebagai Dewan Pengawas pada sebuah perusahaan daerah yang mengelola air minum. Tugas saya mengawasi bukan lagi mengeksekusi seperti sekian tahun saya alami.
Jika saya rangkum perjalanan ini, saya merasa seperti telah mengenal air dalam banyak wajahnya
ia pernah menjadi energi,
ia pernah menjadi ancaman,
ia pernah menjadi penyubur,
ia pernah menjadi duka,
dan kini ia menjadi amanah.
Air telah mengajarkan saya tentang keseimbangan bahwa sesuatu yang sama bisa menjadi berkah atau bencana, tergantung bagaimana kita memperlakukannya. Ia juga mengajarkan tentang konsistensi bahwa kekuatan besar sering kali lahir dari gerak kecil yang terus-menerus dilakukan secara kinsisten. Dan yang paling penting, air mengajarkan saya tentang kerendahan hati. Bahwa manusia, dengan segala teknologi dan ambisinya, tetap harus belajar tunduk pada hukum-hukum alam. Kita bisa mengarahkan, kita bisa mengelola, tetapi kita tidak pernah sepenuhnya berkuasa.
Baca Juga : Satu Tahun KME Gowa, Husniah Talenrang: Perubahan Harus Dirasakan Warga
Kini, tugas saya bukan lagi sekedar memahami bagaimana air mengalir, bagaimana ia dibendung, atau bagaimana ia didistribusikan. Tugas saya adalah memastikan bahwa setiap tetes air yang sampai ke masyarakat adalah hasil dari sistem yang bersih, pengelolaan yang jujur, dan niat yang lurus. Karena air tidak hanya mengalir di sungai, bendungan, atau pipa-pipa distribusi. Ia mengalir dalam kepercayaan. Dan kepercayaan itu—sekali retak—tidak akan semudah membendung sungai yang meluap.
Makassar, 5 Mei 2026 ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
