HARIAN.NEWS, BULUKUMBA – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Makassar mengecam upaya teror terhadap Ifa Musdalifah , jurnalis-kontributor Metro TV di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Upaya teror lewat media sosial oleh akun Choi-Choi terhadap Ifa yang juga anggota Divisi Advokasi AJI Makassar, terjadi tak lama setelah ia meliput demonstrasi di Kantor DPRD Bulukumba, Rabu, 4 Februari 2026, pukul 09.00 WITA.
Ifa bercerita, meliput karena ada aksi unjuk rasa disana. Demonstrasi digelar lembaga PATI di depan Gedung DPRD Bulukumba terkait polemik isu nelayan Pantai Parangluhu.
Baca Juga : AJI Makassar–UNICEF Latih Jurnalis Perkuat Pemberitaan Akurat soal Imunisasi
Berselang 40 menit, kemudian datanglah satu rombongan pengunjuk rasa lainnya, yang berasal dari masyarakat Bontobahari dan gabungan aktivis pemuda dan lingkungan yang menolak kawasan industri Petrokimia.
Dua aktivis perempuan dalam barisan demonstran adalah kawannya. Anjar, mantan jurnalis Radar Selatan dan beralih menjadi aktivis lingkungan dan Nilam dari Kopri PMII Bulukumba.
Ifa kemudian kembali meliput aksi unjuk rasa dari aktivis lingkungan ini. Lalu ia kembali bertemu Anjar dan Nilam. Keduanya mengajak Ifa naik ke ruang sidang paripurna DPRD.
Baca Juga : Aksi Solidaritas Bela Tempo di Makassar Diwarnai Kericuhan
Awalnya Ifa sempat berpikir tidak mau ikut karena tidak ada hal urgen yang ia akan liput di ruang sidang, karena sangat seremonial.
Tapi merasa tidak enak menolak ajakan kedua kawannya, dan Ifa juga sudah selesai mengambil gambar demonstrasi, dirinya pun mengiyakan. Mereka berempat naik ke lantai 2 kemudian ikut masuk ke dalam ruang rapat paripurna di lantai 2 DPRD Bulukumba.
Sekitar 3 menit di dalam ruang rapat paripurna, ia mendengar keributan di lantai bawah oleh pengunjuk rasa beberapa pejabat berlarian.
Baca Juga : Kebebasan Pers adalah Harga Mati
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
