Kritik Terhadap Skema Program MBG
Di sisi lain, keputusan pemerintah untuk memberikan MBG secara universal menuai kritik dari sejumlah pihak, termasuk Centre of Economics and Law Studies (CELIOS).
Baca Juga : Resmi! Nanik S. Deyang Jadi Kepala BGN, Said Iqbal Penasihat Presiden
Direktur Kebijakan Publik CELIOS, Media Wahyudi Askar, menilai bahwa program ini berpotensi tidak tepat sasaran karena turut menyasar anak-anak dari keluarga mampu.
Menurut hasil studi CELIOS, jika MBG diberikan kepada semua anak di Indonesia tanpa seleksi, maka sekitar Rp50,72 triliun anggaran negara justru akan dinikmati oleh anak-anak dari keluarga berkecukupan.
“Masyarakat kaya dalam studi kami menyatakan mereka tidak membutuhkan MBG. Mereka justru lebih memilih agar anggaran ini disalurkan kepada kelompok yang lebih membutuhkan,” kata Media Wahyudi dalam konferensi pers pada 10 Februari 2025 lalu.
Baca Juga : Lipstik Effect: Ketika Rakyat Disuruh Tenang Soal Dolar, Dapur Rumah Pilih Bertahan Cara Sendiri
Lebih jauh, ia menyoroti risiko makanan MBG yang tidak dikonsumsi oleh anak-anak dari keluarga kaya.
“Anak-anak dari keluarga mampu kemungkinan besar akan membawa pulang makanan MBG dan memberikannya kepada pembantu mereka. Ini menunjukkan adanya subsidi yang tidak tepat sasaran,” tegasnya.
Sebagai solusi, CELIOS menyarankan agar pemerintah menerapkan skema berbasis target dengan memprioritaskan anak-anak dari keluarga tidak mampu, terutama yang tinggal di daerah terpencil dengan penghasilan kurang dari Rp2 juta per bulan.
Baca Juga : Kejagung Telusuri Yayasan SPPG Afiliasi Tersangka Korupsi MBG
Selain itu, MBG sebaiknya difokuskan untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui yang membutuhkan tambahan gizi.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
