Logo Harian.news

MBG 2025 Dapat Tambahan Rp100 Triliun, Efektifkah untuk Rakyat Miskin?

Anggaran MBG Naik Rp100 T, Siap Cair September 2025

Editor : Andi Awal Tjoheng Senin, 03 Maret 2025 23:59
Presiden Prabowo saat mengunjungi SDN 1 Kedung Jaya meninjau langsung pelaksanaan program MBG (10/2/25). Prabowo menyetujui tambahan anggaran senilai Rp 100 triliun untuk program unggulan Makan Bergizi Gratis ||ig@presidenrepublikindonesia
Presiden Prabowo saat mengunjungi SDN 1 Kedung Jaya meninjau langsung pelaksanaan program MBG (10/2/25). Prabowo menyetujui tambahan anggaran senilai Rp 100 triliun untuk program unggulan Makan Bergizi Gratis ||ig@presidenrepublikindonesia

Kritik Terhadap Skema Program MBG

Di sisi lain, keputusan pemerintah untuk memberikan MBG secara universal menuai kritik dari sejumlah pihak, termasuk Centre of Economics and Law Studies (CELIOS).

Baca Juga : Bencana Karhutla, DePA-RI Minta Presiden Prabowo Evaluasi Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup

Direktur Kebijakan Publik CELIOS, Media Wahyudi Askar, menilai bahwa program ini berpotensi tidak tepat sasaran karena turut menyasar anak-anak dari keluarga mampu.

Menurut hasil studi CELIOS, jika MBG diberikan kepada semua anak di Indonesia tanpa seleksi, maka sekitar Rp50,72 triliun anggaran negara justru akan dinikmati oleh anak-anak dari keluarga berkecukupan.

“Masyarakat kaya dalam studi kami menyatakan mereka tidak membutuhkan MBG. Mereka justru lebih memilih agar anggaran ini disalurkan kepada kelompok yang lebih membutuhkan,” kata Media Wahyudi dalam konferensi pers pada 10 Februari 2025 lalu.

Baca Juga : Pemerintah dan DPR Sepakat 2027 Biaya Haji Rp98,46 Juta

Lebih jauh, ia menyoroti risiko makanan MBG yang tidak dikonsumsi oleh anak-anak dari keluarga kaya.

“Anak-anak dari keluarga mampu kemungkinan besar akan membawa pulang makanan MBG dan memberikannya kepada pembantu mereka. Ini menunjukkan adanya subsidi yang tidak tepat sasaran,” tegasnya.

Sebagai solusi, CELIOS menyarankan agar pemerintah menerapkan skema berbasis target dengan memprioritaskan anak-anak dari keluarga tidak mampu, terutama yang tinggal di daerah terpencil dengan penghasilan kurang dari Rp2 juta per bulan.

Baca Juga : Viral Pernyataan Kadisdik Kalteng

Selain itu, MBG sebaiknya difokuskan untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui yang membutuhkan tambahan gizi.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news
Halaman

Follow Social Media Kami

KomentarAnda