HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto akan mengalokasikan anggaran proyek ducting sharing atau pemindahan kabel ke bawah tanah senilai Rp 200 miliar.
“Hanya 10 Km itu sudah Rp 400 miliar, nanti dibagi dua jadi sekitar 5 km (Rp200 miliar),” ujarnya kepada awak media, Jumat (15/3/2024) kemarin.
Baca Juga : Pemkot Makassar Tata Ulang Pantai Losari
Kata Danny, sapaannya, pembangunan ducting sharing atau pemindahan kabel ke bawah tanah sepanjang 5 km tersebut sebagai contoh untuk menarik investor melakukan investasi.
“Selanjutnya kita investasikan atau undang investor. Karena mau kita kasih contoh dulu. Karena banyak swasta yang mau investasi, cuma takutnya mahal,” ujarnya.
Danny menjelaskan, untuk pengerjaan 5 km pertama akan dimulai dari Pantai Losari.
Baca Juga : Appi Ingin Tata Ulang Losari: Kini Mirip Pemukiman Kumuh!
“Ini lagi disurvei, kemungkinan, di daerah sekitar pantai. Karena itu penggunaannya paling tinggi,” paparnya.
Jika terrealisasi, proyek ducting sharing hanya ada dua di Indonesia yaitu Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kota Makassar.
“Kita bersama IKN. Jadi kita Indonesia itu ada dua,” ujarnya.
Baca Juga : Ribuan Peserta Sukseskan Perayaan AMSINDO Run Sulselbar 2025 di Pantai Losari
Danny menlanjutkan, dalam waktu dekat dirinya bersama tim akan melakukan studi tiru ke Singapura untuk melihat ducting sharing milik negara singa tersebut.
“Senin (25/3/2024) kalau bisa, kalau tidak bisa kita jadwalkan lagi pastinya dalam waktu dekat ini di 2024, karena memang sudah direncanakan untuk itu (studi tiru),” tandasnya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

