Logo Harian.news

Apa Itu Nutri-Grade? Sistem Label Baru pada Kemasan Mulai 2026

Editor : Andi Awal Tjoheng Selasa, 10 Februari 2026 11:32
Mulai 2026, cari tanda Nutri-Grade di kemasan makanan & minuman ||doc_evolvemma
Mulai 2026, cari tanda Nutri-Grade di kemasan makanan & minuman ||doc_evolvemma

Melalui label ini, konsumen dapat dengan mudah mengetahui apakah suatu produk tergolong sehat, cukup aman, atau harus dibatasi konsumsinya.

Pengelompokan Berdasarkan Kode Warna dan Huruf

Baca Juga : BPOM Tegaskan PerBPOM 5/2026 Perkuat Pengawasan Obat Nasional, Penjualan di Ritel Modern Wajib Dalam Supervisi Tenaga Kefarmasian

Label Nutri Grade menggunakan sistem pengelompokan berbasis huruf dan warna untuk memudahkan pembacaannya:

A (Hijau Tua) – Produk dengan kualitas gizi terbaik, rendah gula dan lemak.

B (Hijau Muda) – Produk yang sehat dan aman dikonsumsi, kandungan gula dan lemak dalam batas wajar.

Baca Juga : Dari Halaman Masjid BPOM, Pesan Taruna Ikrar Ajakan Peduli Kemanusiaan dan Keikhlasan Menggema di Hari Raya Iduladha

C (Kuning/Oranye) – Produk dengan kandungan gula dan lemak yang lebih tinggi, sebaiknya dikonsumsi dengan pembatasan.

D (Merah) – Produk dengan kadar gula dan lemak tinggi, disarankan untuk dibatasi konsumsinya.

Tujuan Penerapan Label Nutri Grade

Baca Juga : Usai Dikukuhkan Profesor Kehormatan UTM Malaysia, Taruna Ikrar Launching Buku ke-10 Diatas Pesawat: Menembus Langit Sains Dunia

Melalui label Nutri Grade, pemerintah Indonesia berharap dapat mengurangi angka penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung yang kerap dipicu oleh konsumsi berlebihan gula, garam, dan lemak jenuh.

Ini adalah bagian dari upaya untuk menciptakan pola konsumsi yang lebih sehat di masyarakat.

Mengikuti Standar Internasional untuk Kepercayaan Konsumen

Baca Juga : Kiprah Taruna Ikrar Kembali Cetak Prestasi Global, Raih Penghargaan Akademik Internasional dari UTM Malaysia

Penerapan label Nutri Grade ini mengacu pada standar internasional Codex Alimentarius, yang memberikan pedoman jelas tentang keamanan pangan dan informasi gizi.

Ini memastikan bahwa sistem pelabelan yang diterapkan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Inspirasi dari Negara Lain

Konsep serupa telah diterapkan di beberapa negara, termasuk Singapura, yang menggunakan sistem label berdasarkan kandungan gula dan lemak pada minuman kemasan.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda