Distribusi MBG Saat Sekolah Daring Dimulai April 2026
HARIAN.NEWS, JAKARTA – Bukan karena gelombang baru pandemi, melainkan demi menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak dunia, pemerintah mematangkan skema pemberlakuan kembali sekolah daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai April 2026.
Baca Juga : Seperti ini Aturan Baru Sekolah Hybrid per April 2026, Simak!
Namun, di tengah wacana ini, satu pertanyaan besar mengemuka: jika siswa tidak ke sekolah, bagaimana dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini identik dengan meja kelas?
Kebijakan lintas kementerian yang dikoordinasikan oleh Kemenko PMK ini merupakan langkah strategis untuk menekan subsidi energi. Data Kementerian ESDM menyebutkan, mobilitas harian—termasuk antar-jemput anak sekolah—menjadi salah satu penyumbang terbesar konsumsi BBM bersubsidi.
Skema ini rencananya akan dipadukan dengan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi ASN untuk memaksimalkan pengurangan beban energi negara.
Baca Juga : Ini Skema Kebijakan WFA 1 Hari dan Sekolah Daring Berlaku April 2026
Bukan Pukul Rata, Ini 3 Zonasi Sekolah Daring April 2026
Berbeda dengan era pandemi yang serba mendadak dan merata, penerapan sekolah daring kali ini menggunakan pendekatan zonasi berbasis tingkat konsumsi energi dan kemacetan.
Berdasarkan draf rapat koordinasi yang beredar, berikut pembagiannya:
Baca Juga : Prabowo Tegaskan Lanjutkan Makan Bergizi Gratis: Dana dari Efisiensi!
– Zona Merah Energi (Mulai 1 April 2026): Mencakup kota-kota metropolitan dengan mobilitas tinggi. Rasio pembelajaran: 80% daring, 20% luring.
– Zona Kuning (Mulai 15 April 2026): Wilayah kabupaten dengan tingkat kepadatan sedang. Rasio: 50% daring, 50% luring.
– Zona Hijau (Mulai April 2026): Daerah pedalaman, tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Mempertimbangkan keterbatasan infrastruktur digital, rasio ditetapkan 20% daring, 80% luring.
Baca Juga : BGN Pastikan Program MBG Berlanjut, Melayani Lebih Banyak Penerima
Meski mayoritas waktu belajar di rumah, kegiatan yang membutuhkan fasilitas khusus seperti praktikum laboratorium dan ujian kompetensi keahlian dipastikan tetap berlangsung secara tatap muka.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
