Logo Harian.news

Baca 25 Lembar Nota Pembelaan, SYL Buka dengan Doa Nabi Musa

Editor : Rasdianah Sabtu, 06 Juli 2024 08:38
Karikatur Syahrul Yasin Limpo (Dodi/harian.news)
Karikatur Syahrul Yasin Limpo (Dodi/harian.news)

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Pengadilan Tipikor Jakarta kembali menggelar sidang mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), Jumat (5/7/2024) kemarin.

Sidang beragendakan pembacaan pleidoi atau nota pembelaan terdakwa kasus pungli SYL. Dalam sidah Mantan Gubernur Sulsel itu membacakan 25 halaman nota pembelaan pribadi.

Politikus NasDem memulai pembacaan pleidoi dengan mengutip doa Nabi Musa as yang tertuang dalam Surat Thaha:

Baca Juga : Indira Belum Munculkan Wakil di Pilwali Makassar, Danny: Tunggu Survei Terbaru

“Robbisrohliishodrii, wayassirliiamrii, wahlul’uqdatam millisaani yafqohu qouli” (Thaha ayat 25-28)
Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”

“Sebuah kesyukuran karena pada hari ini Jumat 5 Juli 2024 saya diberi kesempatan dan kesehatan oleh Allah SWT untuk menghadiri sidang pembacaan nota pembelaan,” kata SYL, dikutip dari kumparan, Sabtu (6/7/2024).

“Setelah persidangan yang cukup lama dan melelahkan akhirnya sampailah kesempatan bagi saya untuk membacakan pembelaan pribadi dalam perkara ini. Saya membaca pleidoi ini dalam ruang sesak pengadilan, di mana sirkulasi informasi dalam kesaksian selama ini bagai langit mendung yang kadang mengandung guntur dan petir bagi saya,” sambungnya.

Baca Juga : Gelar Rakor, KPK Bakal Perkuat Peran APIP di Sulsel

“Namun sebagai WN yang taat hukum, Saya meyakini bahwa dalam sidang ini lah cahaya keadilan yang terang benderang akan didapatkan melalui keputusan majelis hakim,” ujar dia.

SYL mengaku sulit membuat pleidoi itu. Mengingat usianya yang sudah masuk usia 70 tahun. Fisik dan psikisnya sudah melemah.

“Kondisi tersebut sudah melemahkan tingkat kemampuan fokus dan memori saya, dalam menyusun kata-kata. Terlebih lagi saya mendengar informasi bahwa terjadi pembentukan atau framing opini yang mengarah pada cacian hinaan olok-olok serta tekanan yang luar biasa dari pihak tertentu kepada saya dan keluarga saya, baik di tingkat pemeriksaan maupun dalam proses persidangan,” papar SYL.

Baca Juga : Luncurkan Aplikasi APIP TA’, Danny Pomanto: Optimalisasi Pengawasan Internal dan Pencegahan Korupsi

“Mulai dari berita bohong atau hoaks bahwa saya menghilang dan melarikan diri pada saat melaksanakan tugas negara di luar negeri, sampai pada hal-hal yang menurut saya melampaui batas keadaban masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

“Hal tersebut membuat Saya hampir merasa putus asa, mengingat Saya selama ini hanya berniat untuk bekerja, memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara di seluruh rakyat indonesia dan menjadikan tugas tanggung jawab saya menjadi bagian ibadah saya kepada Tuhan,” pungkasnya.

Dalam sidang sebelumnya, SYL dituntut 12 tahun penjara. Jaksa KPK meyakini SYL terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan menerima uang mencapai Rp 44,7 miliar.

Baca Juga : 2 Kaki Tangan SYL Divonis 4 Tahun Penjara

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda