Logo Harian.news

Bajaj Mengaspal Tanpa Izin, Pemkot-Pemprov Disebut Saling Lempar Tanggung Jawab

Editor : Rasdianah Sabtu, 16 Maret 2024 12:37
Bajaj mengaspal bebas tanpa izin di Makassar. Foto: HN/Sinta
Bajaj mengaspal bebas tanpa izin di Makassar. Foto: HN/Sinta

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pengamat Transportasi Makassar dari Universitas Negeri Makassar (UNM) Qadriathi Daeng Bau menilai Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Pemerintah Kota Makassar, menyebut lolosnya Bajaj bahkan bisa mengaspal bebas di Kota Makassar didasari karena semua tak merasa bertanggung jawab akan ini.

“Mereka (Pemprov dan Pemkot) saling lempar tanggung jawab, ini bukan tugasku, itu bukan tugasku, seperti itu,” ujar Qadriathi, sapaannya, kepada harian.news, baru-baru ini.

Menurut Qadriathi, pemerintah harus duduk bersama dalam forum lalu lintas untuk menghidupkan pembahasan terkait Bajaj, dan menempatkan tupoksi dalam penertiban.

Baca Juga : Kelompok Perempuan Dominasi Pengguna Maxride di Makassar, Ini Alasan Mereka Betah!

Perlu adanya Peraturan Daerah (Perda), yang mengatur terkait kawasan yang dilewati Bajaj, sehingga tidak menambah jumlah alat transportasi di jalan nasional dan provinsi.

“Perlu membuat Perda terkait kawasan yang dilewati Bajaj, kan bisa itu dia menyasar perumahan di Kota Makassar atau jalanan kecil di kota,” jelasnya.

Katanya, jika regulasi terkait Bajaj lambat ditangani, risiko yang lebih besar terjadi adalah kemacetan berkepanjangan di Kota Makassar.

Baca Juga : Maxride Bantu Pengemudi di Makassar Lebih Sejahtera

Pasalnya, Bajaj tidak dikategorikan sebagai angkutan massal, sementara Kota Makassar membutuhkan angkutan massal untuk menggurangi penggunaan kendaraan pribadi di jalanan.

“Supaya jalanan tidak penuh, sekarang muncul Bajaj, Bajai itu relatif 3 orang saja. dimensi Bajaj tidak kecil maka akan menambah ruang dijalan lagi. menimbulkan kemacetan,” ujarnya.

Kendati terbilang murah dan nyaman, Qadriathi tetap mengingatkan masyarakat untuk tetap objektif melihat kondisi ruas jalan di masa depan jika ada tambahan angkutan umum.

Baca Juga : Bajaj Berkeliaran Tanpa Izin, Danny Pomanto akan Tindak Lanjuti ke Pemprov Sulsel

“Kalau ibu-ibu mau ke pasar itu memang nyaman sekali, apalagi murahkan, tapi harus tetap dipikirkan kawasan mana yang bisa dilewati bajaj, karena bisa menyebabkan semrawut dijalanan Makassar, karena ini kan tambahan angkutan,” tandasnya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Penulis : NURSINTA

Follow Social Media Kami

KomentarAnda