Logo Harian.news

Dana Desa Timoro 20% Dialokasikan Beli Babi Dipertanyakan Warga: Kenapa Tiba-tiba

Editor : Redaksi Sabtu, 03 Desember 2022 21:40
Kepala Desa Timoro, Rahmat. Ist
Kepala Desa Timoro, Rahmat. Ist

MAMASA, HARIAN.NEWS – Pemerintah Desa Timoro Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi barat (Sulbar) memanfaatkan dana desa tahun anggaran 2022 dengan membagi ke beberapa item.

Diantaranya sebanyak 20 persen untuk ketahanan pangan dengan mengembangkan ternak babi yang dilakukan oleh masyarakat Timoro, dengan total anggaran Dana Desa (DDS) sebanyak Rp 96.000.000.

Sebanyak 151 KK menerima ternak babi yang diimplementasikan dua tahap dan tahap pertama warga yang menerima 88 warga.

Baca Juga : Soal Proses Pencarian Dana Desa 2024 di Sinjai, Begini Penjelasan Kadis PMD

Hal itu diungkapkan Kepala Desa Timoro, Rahmat, kepada wartawan mengatakan sebelum masyarakat menerima bantuan itu terlebih dahulu dilakukan musyawarah bersama.

“Kita melakukan musyawarah sebelum memberikan bantuan kepada masyarakat,” katanya, Sabtu (3/12/2022).

Namun karena adanya larangan pada saat mau mendatangkan ternak itu. Jadi kita kembali melakukan koordinasi dengan masyarakat.

Baca Juga : Dialog Kebangsaan di Kotamobagu, Hashim Sebut Prabowo Pencetus Dana Desa

“Dari hasil koordinasi dengan masyarakat, sebagian masyarakat mengatakan kalau tidak bisa didatangkan dari luar, mungkin uang saja diberikan kepada kami kebetulan sebagian masyarakat punya ternak,” sambung Rahmat.

Karenanya pemerintah desa menyepakati usulan masyarakat. Dengan alasan masyarakat punya bibit sendiri.

“Kita berikan masyarakat uang tunai karena permintaannya. Berhubung pada saat itu, kita dilarang mendatangkan ternak dari luar,” ungkapannya.

Baca Juga : Bupati Mamasa Resmikan Seluruh Kegiatan PEN di Jembatan Tedong-tedong

Ditanya soal pelayanan, Rahmat mengatakan bahwa 24 jam pemerintah desa, tetap melayani masyarakat.

“Kami Pemerintah Desa Timoro, pelayanan berjalan lancar. Dan siap 24 jam,” tandasnya.

Meski demikian, bantuan program dari desa ini dianggap tak disosialisasikan dengan baik.

Baca Juga : Lima Poin Klarifikasi Pemda Mamasa Terkait Aksi Unjuk Rasa di Mamasa

Salahsatu warga, yang ditemui beberapa waktu lalu yang enggan disebutkan identitasnya di media ini, mengatakan bahwa bantuan program yang dilaksanakan tidak direncanakan melalui musrenbang.

“Saya heran kenapa kita di Desa Timoro tidak ada musrembang desa (musdes) ketahanan pangan 20℅. Kenapa tiba-tiba ada pengadaan bibit babi,” ucapnya.

Paling tidak mungkin lebih lanjut dia, mengapa pengadaan ternak babi uang yang dibagi sama warga sebesar Rp. 500.000 dan masyarakat diminta dua anak babi lalu di foto.

Tapi suda sebagian warga yang terima dan sebagian warga tidak mau terima karena harga bibit babi Rp. 600 sampai 700 ribu satu ekor, “dan termasuk saya tidak mau terima uang itu karena tidak cukup untuk membeli bibit babi, dan uangnya juga kita tidak tau sumber dari mana karena tidak ada musdes,” katanya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943
Penulis : Jupran Panandang

Follow Social Media Kami

KomentarAnda