“Demo hari ini lebih tertib dan lebih terarah. Namun, sangat disayangkan karena berakhir dengan penyegelan kantor Bupati,” ujar Firdaus.
Menurutnya, penyegelan tersebut menjadi persoalan tersendiri bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Gowa yang saat ini tengah berupaya menyelesaikan sejumlah pekerjaan mendesak.
Firdaus mengatakan, pemerintah daerah dituntut bekerja cepat, terutama dalam menyelesaikan kebutuhan yang berkaitan dengan hak-hak aparatur sipil negara (ASN), termasuk proses pembayaran gaji dan tunjangan.
Baca Juga : Plt Sekda Gowa Yakinkan Gaji dan TPP ASN Tetap Diupayakan Tepat Waktu
“Kami dituntut bekerja cepat untuk menyelesaikan hal-hal urgent seperti proses pembayaran gaji dan tunjangan ASN, tetapi akses ke kantor disegel dan fasilitas lainnya tidak diserahkan,” katanya.
Karena itu, Firdaus meminta dukungan seluruh pihak, terutama aparat keamanan, agar penyegelan Kantor Bupati Gowa dapat segera dibuka.
“Kami minta dukungan semua pihak, terutama pihak keamanan agar penyegelan itu segera bisa dibuka, agar pejabat-pejabat terkait beserta jajarannya bisa bekerja lembur mempersiapkan segala kewajiban Pemkab,” ujarnya.
Baca Juga : DPR sebagai Watchdog
Ia menilai, terbukanya kembali akses ke kantor pemerintahan penting agar pekerjaan administrasi pemerintahan tetap berjalan, khususnya pekerjaan yang bersifat mendesak dan menyangkut hak ASN.***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
