HARIAN.NEWS, GOWA – Di tengah gencarnya program pengentasan kemiskinan ekstrem yang dikampanyekan pemerintah, masih saja ada keluarga yang luput dari perhatian.
Salah satunya adalah keluarga Haeruddin, warga Kampung Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Tak sampai setengah kilometer dari pusat kantor kecamatan, gubuk reot milik Haeruddin dan istrinya, Nurul Rezeki, berdiri di antara deretan rumah sederhana lainnya.
Baca Juga : Optimalkan Kegiatan Sosial di Gowa, Sahabat Lacak & Baznas Kembali Aktif di Tahun 2026
Namun, bukan hanya kemiskinan yang mereka hadapi. Ada duka mendalam yang membekas di hati pasangan ini: putra keempat mereka, Ishak Athari, lahir dengan kondisi kelainan fisik yang sangat langka dan kompleks.
Viral Karena Rumah Roboh dan Anak Balita Tanpa Kornea
Kisah keluarga ini mulai menyebar luas setelah seorang YouTuber dengan akun “12 Bang Medy” mengangkat kisah mereka dalam sebuah tayangan yang viral di media sosial.

Baca Juga : Baznas Gowa Alokasikan 1,6 Miliar untuk Program LACAK, Fokus Kemiskinan Ekstrem
Ishak Athari, bayi enam bulan dengan kondisi fisik langka, tertidur di gendongan ibunya ||harian.news@yusrizal
Saat angin kencang menerpa dan merobohkan gubuk mereka bulan lalu, publik baru menyadari penderitaan yang selama ini mereka sembunyikan.
“Anak kami tidak memiliki kornea mata, tidak ada lubang telinga, dan ada kelainan pada organ kelaminnya—terdapat empat buah testis,” tutur Nurul Rezeki, dengan suara bergetar sambil menggendong buah hatinya yang baru berusia enam bulan kepada harian.news Gowa saat menyambangi kediamannya, Minggu, 11 Mei 2025.
Baca Juga : Cucu Andi Pangerang Pettarani Wafat, Keluarga Salokoa, Paccallayya dan Rumpun Borongloe Berduka
Pengobatan Terkendala Biaya dan Ketidakjelasan Medis
Haeruddin, yang sehari-hari menjadi juru parkir di Pasar Balang-Balang, mengaku telah membawa anaknya ke dua rumah sakit besar di Makassar—RSUP Wahidin Sudirohusodo dan RS Orbita.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
