Logo Harian.news

Dorong Hemat BBM, Pengamat Usul ASN Wajib Gunakan Transportasi Umum

Editor : Redaksi Kamis, 02 April 2026 10:53
Pengamat kebijakan publik, Sugiyanto (SGY)-Emik. (Dok. Ist)
Pengamat kebijakan publik, Sugiyanto (SGY)-Emik. (Dok. Ist)

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Pengamat kebijakan publik, Sugiyanto (SGY)-Emik, mendorong pemerintah untuk mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan transportasi umum sebagai langkah strategis menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), kemacetan, dan polusi udara.

Menurut Sugiyanto, kebijakan work from home (WFH) yang selama ini diterapkan dinilai belum cukup efektif karena hanya bersifat sementara dan tidak menyentuh akar persoalan utama, yakni tingginya ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

“WFH memang bisa mengurangi mobilitas dalam jangka pendek, tetapi tidak mengubah pola perilaku masyarakat secara mendasar. Ketergantungan terhadap kendaraan pribadi tetap tinggi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga : ASN Sulsel Resmi Jadi Komcad, Wabup Sinjai: Bentuk Kecintaan pada NKRI

Ia menjelaskan, sektor transportasi merupakan penyumbang terbesar konsumsi BBM nasional, yang didominasi kendaraan pribadi berbahan bakar fosil. Kondisi ini semakin diperparah oleh kemacetan di kota-kota besar yang menyebabkan pemborosan energi.

Dalam konteks tersebut, Sugiyanto menilai ASN memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Dengan jumlah yang besar dan mobilitas harian yang tinggi, penggunaan kendaraan pribadi oleh ASN dinilai berkontribusi signifikan terhadap kemacetan dan tingginya konsumsi BBM.

“Jika ASN beralih ke transportasi umum, dampaknya akan langsung terasa pada berkurangnya jumlah kendaraan di jalan,” jelasnya.

Baca Juga : Menjelang Senja Pengabdian

Selain menghemat BBM, lanjut dia, penggunaan transportasi massal juga berkontribusi terhadap penurunan emisi dan polusi udara. Moda transportasi seperti bus dan kereta dinilai lebih efisien secara energi dibandingkan kendaraan pribadi.

Tak hanya itu, peningkatan penggunaan transportasi umum juga dinilai dapat memperkuat sektor tersebut, baik dari sisi pendapatan operator maupun peningkatan kualitas layanan.

“Transportasi umum tetap berjalan dan menyerap tenaga kerja. Jika pengguna meningkat, sektor ini justru semakin kuat dan berdampak positif bagi ekonomi,” katanya.

Baca Juga : WFH Boleh Santai, Layanan Jangan Ikut Rebahan!

Sugiyanto juga menyinggung pengalaman berbagai negara yang telah berhasil menekan konsumsi energi melalui pembatasan kendaraan pribadi yang diiringi penguatan transportasi massal.

Menurutnya, langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi beban subsidi energi sekaligus mendorong sistem transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Namun demikian, ia menekankan pentingnya keteladanan ASN dalam mendorong perubahan tersebut.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Tegaskan Larangan  ASN Minta THR, Wajib Lapor Jika Terima Gratifikasi

“Jika ASN saja masih bergantung pada kendaraan pribadi, akan sulit mengajak masyarakat untuk beralih ke transportasi umum,” tegasnya.

Ia pun menilai, kebijakan mewajibkan ASN menggunakan transportasi umum bukan sekadar langkah penghematan energi, tetapi juga bagian dari upaya membangun budaya mobilitas yang lebih efisien dan berkelanjutan di Indonesia.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda