Prabowo Ganyang Praktik Backing Aparat: “Rekam Video, Lapor Langsung ke Saya”
HARIAN.NEWS,JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mendeklarasikan perang terbuka terhadap praktik “backing” atau perlindungan ilegal oleh aparatur negara kepada pengusaha nakal. Dalam nada tegas, orang nomor satu di Indonesia itu bahkan meminta partisipasi aktif masyarakat untuk merekam setiap penyimpangan yang dilakukan oknum berseragam.
Baca Juga : Lipstik Effect: Ketika Rakyat Disuruh Tenang Soal Dolar, Dapur Rumah Pilih Bertahan Cara Sendiri
“Tapi biasanya mereka-mereka (pengusaha) itu ada backing-nya. Backing-nya biasanya seragamnya itu kalau nggak ‘hijau’ ya ‘coklat’,” ujar Prabowo dalam pidato kenegaraan di Rapat Paripurna ke-19 DPR RI, Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Pidato tersebut disampaikan dalam pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM dan PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Momen ini dimanfaatkan Prabowo untuk membongkar praktik kotor yang telah mengakar dalam birokrasi Indonesia.
Strategi Partisipasi Publik
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila 2026: Prabowo Tegaskan Transformasi Bangsa
Alih-alih hanya mengandalkan mekanisme internal, Prabowo memilih jalur partisipasi publik. Presiden meminta masyarakat untuk tidak segan-segan merekam setiap praktik penyimpangan yang mereka saksikan, tanpa perlu konfrontasi langsung.
“Saya minta rakyat (merekam) video. Jangan kau ngelawan, jangan dilawan, video saja, lapor langsung ke saya,” tegas mantan Menteri Pertahanan itu.
Instruksi ini menandai pergeseran strategi pemberantasan korupsi yang lebih inklusif. Prabowo tampaknya memahami bahwa praktik backing telah menjadi ekosistem yang sulit dibongkar dari dalam saja. Dengan melibatkan masyarakat, ia membuka ruang pengawasan yang lebih luas dan transparan.
Baca Juga : Prabowo Ingin Masukan Bahasa Prancis ke Kurikulum Sekolah, Kepala Bakom: Ini Kan Semakin Global
Menteri Diingatkan: Waspadai Akal-Akalan Birokrat
Tidak main-main, Prabowo juga mengingatkan seluruh jajaran menteri untuk menertibkan birokrat di bawah masing-masing. Pengalaman puluhan tahun berkecimpung di pemerintahan membuat ia paham betul modus operandi oknum birokrat.
“Akal-akalnya itu. Saya ingatkan ya, semua menteri, tertibkan birokrasimu ke bawah,” kata Prabowo dengan nada peringatan.
Baca Juga : Prabowo Pulang ke RI Usai Kunjungan di Paris
Presiden mengakui bahwa perintah presiden sekalipun sering kali masih bisa “diakali” melalui berbagai instrumen regulasi. Mulai dari peraturan menteri, peraturan teknis, hingga sekadar rekomendasi yang multitafsir.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
