“Dibandingkan dengan Pilkada 2018 yang mencatat partisipasi sebesar 78 persen, Pilkada 2024 hanya mencapai 74 persen, terjadi penurunan sekitar empat persen. Ini menjadi catatan penting yang harus dievaluasi,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa upaya peningkatan partisipasi pemilih harus menjadi fokus utama KPUD Sinjai ke depan.
Diskusi tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis guna meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pemilu mendatang.
Baca Juga : KPU Sinjai Santuni Anak Yatim di Pondok Pesantren
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi bagi KPUD Sinjai untuk memperbaiki berbagai aspek pelaksanaan pemilu, termasuk dalam meningkatkan sosialisasi dan edukasi politik kepada masyarakat. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
