Logo Harian.news

Gerebek Batalyon 120, Iptu Faizal Disebut Blunder Lalu Dicopot dari Kanit Reskrim

Editor : Redaksi Selasa, 13 September 2022 01:13
Anggota Batalyon 120 (kiri) saat diamankan dalam penggerebekan. Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto (kanan). Dok. Kolase HN.
Anggota Batalyon 120 (kiri) saat diamankan dalam penggerebekan. Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto (kanan). Dok. Kolase HN.

MAKASSAR, HARIANEWS.COM – Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto angkat bicara terkait pencopotan Kanit Reskrim Polsek Tallo Makassa Iptu Faizal dari jabatannya.

Sebelumnya, Iptu Faizal dicopot usai penggerebekan markas Batalyon 120, berada di Jl Korban 40 Ribu Jiwa. Budhi Haryanto kepada awak media mengungkapkan Iptu Faizal dicopot karena telah menyelewengkan perintah pimpinan.

Budhi, telah menekankan keseluruh jajarannya bahwa programnya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Salahsatunya kata Budhi mengedepankan restorative justice yang diatur peraturan polisi no 08 tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana berdasarkan Keadilan Restoratif.

Baca Juga : Dirut PDAM Lapor Persiapan Porpamnas, Kapolrestabes Makassar Beri Dukungan

“Ini dibenarkan (restoratif) namun faktanya, Kanit Reskrim (Iptu Faisal) ini tidak melakukan, dan ini sudah lama dikeluhkan Kapolsek terhadap saya. Sehingga saya berfikiran mau mengganti yang bersangkutan,” kata Kapolres, Senin (12/9).

“Puncaknya kemarin Minggu dini hari (penggerebekan), harusnya Kanit Serse itu setelah menerima laporan mengecek ke TKP, mengklarifikasi mengecek kebenaran, tapi apa, tidak dilakukan. Sehingga berita ini jadi blunder, berita kemana-mana dengan tidak benar,” ungkapnya.

Sehingga saya berfikiran mengganti, itupun juga usulan dari Kapolsek. Namanya (pengganti) saya juga tidak tahu. Kenapa diganti, karena tidak profesionalnya karena tak maksimalnya dia bekerja dan menyelewengkan perintah pimpinan yaitu bagaimana penerapan restoratif justice,” kata Budhi kepada wartawan.

Penemuan Barang Bukti

Baca Juga : Sukseskan Lorong Wisata, Camat Mariso-Kapolrestabes Makassar Gelar Silaturahmi Kamtibmas

Penemuan barang bukti saat penggerebekan di Markas Batalyon 120 seperti busur, parang, papporo, hingga botol miras, kata Kapolres adalah sitaan yang akan diserahkan ke kepolsian.

“Penemuan barang bukti itu rutin dilakukan dan akan diserahkan ke Polres. Rencananya akan diserahkan hari ini (Senin), namun karena adanya patroli yang tanpa koordinasi dengan kita sehingga dianggap itu perbuatan pidana,” kata Budhi.

Sebelumnya, polisi melakukan penggerebekan di markas Batalyon 120 Makassar. Sebanyak 48 orang sempat diamankan polisi beserta sejumlah senjata tajam.

Baca Juga : Pekan Terakhir GMSSB, Danny Pomanto Serahkan Zakat ASN Pemkot Makassar Lewat Baznas

Penggerebekan dilakukan Tim Thunder Samapta Polda Sulsel pada Minggu (11/9) pukul 02.30 Wita. Dalam penggerebekan itu, polisi sempat mengamankan 48 orang dan 20 unit sepeda motor.

Saat penggerebekan, polisi juga menemukan sejumlah senjata tajam seperti 164 anak busur panah, 3 ketapel, 4 bilah parang, dan 1 senjata api rakitan jenis papporo. Selain itu, ditemukan juga puluhan botol miras kosong di lokasi penggerebekan.

Diketahui, pembentukan Batalyon 120 ini bagian dari inisiasi Kapolrestabes Makassar lalu dihadiri Wali Kota Makassar, Danny Pomanto.

Baca Juga : Malam Kenal Pamit Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budi Haryanto: Terima Kasih Pak Wali!

Pengukuhan Batlyon 120 di Karebosi, 15 Maret 2022.

Pengukuhan kurang lebih seribuan anggota Batalyon 120 oleh Kapolda Sulsel di tribun lapangan Karebosi.l, Senin malam (14/3/2022).

Diakhir acara pengukuhan dilakukan pemusnahan senjata tajam jenis busur dan Badik, sebagai deklarasi simbolis Makassar aman.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda