Logo Harian.news

Harga Cabai Rawit Meroket di Awal Tahun 2025

Editor : Redaksi Kamis, 09 Januari 2025 08:31
Harga Cabai Rawit Meroket di Awal Tahun 2025
APERSI

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional mengalami kenaikan signifikan diawal tahun 2025.

Berdasarkan pantauan Harian.News, lonjakan harga ini dirasakan di berbagai pasar tradisional di Kota Makassar, diantaranya Pasar Terong, Pasar Sambung Jawa, dan Pasar Panampu.

Baca Juga : Dari Lorong ke Ketahanan Pangan, Urban Farming Terus Diperluas di Makassar

Di Pasar Terong, harga cabai rawit merah kini menyentuh Rp40 ribu per kilogram, meningkat tajam dari Rp25 ribu per kilogram sebelum Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kenaikan harga ini membuat pembeli seperti Lisa (37), warga setempat, harus menyesuaikan jumlah belanjaannya.

“Tadi cuma beli setengah liter, harganya Rp15 ribu. Biasanya dengan Rp12 ribu sudah dapat satu liter. Selain cabai, bawang merah dan bawang putih juga naik. Biasanya Rp30 ribu sekilo, sekarang jadi Rp40 ribu,” ungkap Lisa.

Kondisi serupa juga dialami di Pasar Sambung Jawa, harga cabai rawit merah naik dari Rp28 ribu menjadi Rp33 ribu per kilogram. Kenaikan paling drastis terjadi di Pasar Panampu, di mana cabai rawit merah kini dijual seharga Rp45 ribu per kilogram, jauh lebih tinggi dari harga sebelumnya, yakni Rp25 ribu.

Baca Juga : Proyek PSEL di TPA Manggala Digenjot, Gelontorkan 3 Miliar untuk 8 Hektare Lahan

Salah satu pendagang di Pasar Panampu Dg Nai (41), membenarkan kenaikan harga cabai tersebut. Katanya, kenaikan tersebut terjadi sejak Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

“Iya sudah lumayan lama harga naik begini, dari Desember pas Nataru,” ujar Dg Nai.

Menurut Dg Nai, lonjakan harga tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah permintaan selama Nataru dan musim penghujan.

Baca Juga : Appi Targetkan 180 Hari, Makassar Beralih ke Sanitary Landfill

“Kan waktu Nataru itu banyak orang yang pesan makanya naik harga, apalagi ini sudah masuk musim hujan pasti petani tidak bagus panenya jadi pasukan yang masuk kekita juga kurang,”

Dg Nai berharap, pasokan dan harga segera stabil agar jumlah pembeli meningkat.

“Saya berharap harga cepat turun, kan sekarang itu orang-orang beli sedikit tidak sama seperti sebelum naik harga cabe,” tutupnya.

Baca Juga : Pemkot Makassar Gelar Salat Id di Karebosi, Imam Syekh Al-Areqi, Khatib Rektor UIN

Penulis: Nursinta 

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda