Logo Harian.news

Studi Baru Ungkap Pil KB Tertentu Tingkatkan Risiko Asma, Cek Jenisnya!

Hati-Hati! Pil KB Jenis Ini Bisa Picu Asma pada Perempuan Muda

Editor : Andi Awal Tjoheng Minggu, 01 Juni 2025 13:42
Pil KB progestin-only tingkatkan risiko serangan asma hingga 39% pada perempuan muda, waspadai dampaknya ||doc_alodokter
Pil KB progestin-only tingkatkan risiko serangan asma hingga 39% pada perempuan muda, waspadai dampaknya ||doc_alodokter

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Sebuah studi medis terbaru memunculkan kekhawatiran baru bagi perempuan muda yang menggunakan alat kontrasepsi hormonal. Penelitian berskala besar mengungkap bahwa jenis pil KB tertentu dapat meningkatkan risiko terkena serangan asma hingga 39%!

Pil KB Progestin-Only Terkait Risiko Asma Lebih Tinggi

Dikutip dari medical daily, penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah ERJ Open Research ini melibatkan data dari 262.000 perempuan di Inggris berusia antara 18 hingga 50 tahun yang memiliki riwayat asma. Studi ini berlangsung selama 16 tahun, dari tahun 2004 hingga 2020, dan dipimpin oleh Dr. Chloe Bloom dari Imperial College London.

Baca Juga : Waspada Penularan MERS-CoV, Jemaah Haji Diminta Jaga Prokes

Hasilnya mengejutkan: perempuan di bawah usia 35 tahun yang menggunakan pil KB progestin-only—jenis kontrasepsi hormonal yang hanya mengandung hormon progesteron—ternyata memiliki risiko 39% lebih tinggi mengalami serangan asma dibandingkan perempuan yang tidak memakai kontrasepsi hormonal.

Sementara itu, penggunaan pil kombinasi (mengandung estrogen dan progestin) tidak menunjukkan peningkatan risiko serupa. Ini memunculkan pertanyaan besar tentang bagaimana hormon-hormon tertentu dalam kontrasepsi memengaruhi sistem pernapasan.

“Perempuan memiliki risiko kematian akibat asma dua kali lebih tinggi dibanding laki-laki. Karena itu, penting memahami faktor-faktor pemicu, termasuk penggunaan kontrasepsi hormonal,” jelas Dr. Bloom.

Kata Pakar: Diskusi Kontrasepsi dan Asma Itu Penting!

Menanggapi hasil studi tersebut, Profesor Apostolos Bossios, pakar penyakit pernapasan dari Karolinska University Hospital, Swedia, menekankan pentingnya konsultasi sebelum memutuskan jenis kontrasepsi.

“Temuan ini membuka wawasan baru. Perempuan dengan riwayat asma perlu berdiskusi dengan dokter sebelum memilih metode KB. Ini bukan soal melarang, tapi soal kehati-hatian,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa bagi penderita asma, penggunaan inhaler dan obat-obatan harus tetap dilakukan secara disiplin.

Kenapa Ini Perlu Diperhatikan?

Di Amerika Serikat saja, lebih dari 9 juta perempuan menggunakan pil KB hormonal, dan sekitar 1 dari 5 di antaranya adalah perempuan muda. Di Indonesia, tren penggunaan KB hormonal juga terus meningkat, terutama di kalangan usia produktif.

Dengan tingginya prevalensi asma dan semakin banyaknya perempuan yang memakai kontrasepsi hormonal, temuan ini menjadi peringatan penting bagi kesehatan perempuan.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman

Follow Social Media Kami

KomentarAnda