Di titik inilah sikapnya menemukan makna, ia tidak perlu memenangkan setiap perdebatan, tidak perlu membalas setiap serangan, dan tidak perlu mengambil panggung yang sama. Cukup berdiri, bekerja, dan membiarkan hukum serta waktu menguji semuanya.
Gowa jauh lebih besar daripada pertarungan siapa yang paling kuat di antara elite politiknya. Gowa adalah sejarah, budaya, identitas, dan masa depan rakyat yang tidak boleh dijadikan panggung balas dendam atau arena pertarungan ego. Jika ada kesalahan, buktikan.
Baca Juga : Di Era Digital, Kita Mencari Kebenaran atau Pembenaran?
Jika ada pelanggaran, proses. Jika ada kebijakan yang keliru, koreksi. Tetapi jangan biarkan perbedaan politik merusak maruah lembaga dan mengorbankan kepentingan rakyat. Panggung politik suatu hari akan padam, jabatan akan berganti, dan kekuasaan akan berpindah tangan.
Yang tersisa adalah catatan sejarah tentang siapa yang memilih gaduh dan siapa yang memilih bekerja. Maka biarkan hukum berbicara, biarkan bukti menjelaskan, biarkan kerja menjawab dan biarkan rakyat menilai. Karena Husniah tidak memilih tunduk, ia memilih berdiri, bukan untuk melawan, tetapi untuk tetap bekerja bagi Gowa.
***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
