HARIAN.NEWS – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi sorotan banyak pihak saat ini, tidak sedikit di antaranya yang melontarkan kritikannya.
Di tengah upaya keras pemerintah dalam pembangunan IKN, wilayah Kalimantan Timur saat ini disebut-sebut tengah mengalami krisis air.
Baca Juga : Imbauan Bahlil Lahadalia Soal Hemat LPG Diguyur Kritikan
Dalam temuannya, Greenpeace Indonesia melihat kurangnya prasyarat sosial dan lingkungan dalam pembangunan IKN, hingga dinilai akan memperparah kondisi krisis air di wilayah Kalimantan Timur.
Forest Campaigner Team Leader Greenpeace Indonesia, Arie Rompas. Menyebutkan bahwa saat ini wilayah Kalimantan Timur termasuk wilayah yang tengah mengalami krisis air, hal itu disebabkan karena dampak perubahan iklim.
Banyaknya hutan yang digantikan menjadi perkebunan sawit ataupun pertambangan dianggap dapat mengakibatkan serapan air makin berkurang di wilayah tersebut.
Baca Juga : Impor Mobil Pickup dari India Dibanjiri Kritik
Melalui akun Instagram @independenid. Arie Rompas mengatakan bahwa wilayah Kalimantan dikenal sebagai kawasan hutan tapi airnya tidak ada, bisa jadi ini menandakan sebuah krisis.
Ia juga mengkhawatirkan kondisi ke depan jika tidak segera diantisipasi oleh pemerintah.
Ia juga mengkritik langkah pemerintah yang membangun sejumlah waduk di sekitar area lokasi pembangunan, yang dinilainya hanya bersifat sementara.
Baca Juga : Heboh Sejumlah Anggota DPR RI Joget Girang
Arie Rompas juga menjelaskan bahwa krisis air di Kalimantan Timur saat ini menjadi penyebab pembangunan IKN berjalan lamban.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

