Logo Harian.news

Kebijakan Pertanian : Peluang Generasi Muda dan Masa Depan Indonesia

Editor : Andi Awal Tjoheng Selasa, 16 Desember 2025 23:33
Hasrul (Demisioner Presiden BEM UNM) ||Ist_aswin@harian.news
Hasrul (Demisioner Presiden BEM UNM) ||[email protected]

Oleh : Hasrul (Demisioner Presiden BEM UNM)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Ditengah-tengah problematika pemanasan global dan krisis iklim yang dihadapi oleh banyak negara, Pertanian Indonesia justru terus mengalami tren positif. Tentu hal tersebut tidak terjadi dengan begitu saja,melainkan kerja keras dari seluruh elemen yang bahu membahu. Mulai dari tata kelola kebijakan pemerintah, penguatan kapasitas sumber daya manusia, dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pertanian sebagai penyangga kehidupan yang berkelanjutan.

Pertanian bukan hal yang bisa disepelekan, apalagi setiap tahun terjadi peningkatan angka kelahiran yang secara otomatis akan bertambah pula kebutuhan konsumsi akan pangan. Seperti berita yang dipublikasikan oleh CNN Indonesia bahwa ditahun 2025 terdapat beberapa negara yang mulai mengalami krisis pangan yang serius, khususnya untuk komoditas beras.

Baca Juga : Ismail Bachtiar Apresiasi Alokasi Rp4,1 Triliun Pupuk Subsidi untuk Sulsel

Beberapa negara tersebut diantaranya adalah : Malaysia, Jepang, Kenya, Fiilipina dan beberapa negara lainnya.

Berbanding terbalik dengan yang dialami oleh Indonesia, dimana pada tahun 2025 jusrtu mengalami penurunan impor secara signifikan, yaitu hanya 364,3 ribu ton, padahal dua tahun sebelumnya mengalami impor beras besar-besaran, pada tahun 2023 sebanyak 3,06 juta ton dan puncaknya pada tahun 2024 dengan impor sebanyak 4,52 juta ton.

Menurunnya jumlah impor beras tentu dipengaruhi karena meningkatnya hasil produksi beras nasional sebesar 34,77 juta ton, meningkat 4,14 juta ton dari produksi tahun sebelumnya, atau naik 13,54 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2024.

Baca Juga : Kementan dan Pupuk Indonesia: Salurkan Pupuk Subsidi 1 Januari 2025 Disalurkan

Tentu meningkatnya produksi beras nasional tidak terlepas dari kerja keras dan berbagai terobosan kebijakan Bapak Andi Amran Sulaeman selaku Menteri Pertanian dan keterlibatan berbagai elemen untuk saling bahu membahu.

Terobosan Berani dan Kebijakan Untuk Rakyat
Berbagai terobosan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri Pertanian dibawah pemerintahan Presiden Prabowo membawa angin segar untuk Masyarakat. Adapun beberapa diantaranya adalah :
Kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP)
Diawal tahun 2025, tepatnya pada bulan januari mulai diberlakukan HPP gabah sebesar Rp 6.500,00 dan HPP jagung sebesar Rp 5.500,00, masing-masing mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya sebesar Rp 500,00. Tentu kenaikan HPP tersebut menjadi bagian dari komitmen Prabowo untuk mensejahterakan rakyat.

Reformasi Distribusi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk bersubsidi bagian terpenting dari kebutuhan setiap petani dalam menunjang produktivitas hasil pertanian.

Baca Juga : Dikunjungi Jokowi, Bone Bakal Dapat Kucuran 4.800 ton Pupuk Subsidi

Beberapa tahun sebelumnya terdapat kelangkaan dan harga yang begitu sulit terjangkau. Bahkan proses penyaluran terbilang begitu rebut dan berbelit. Sebelum akhirnya Menteri Pertanian melakukan reformasi distribusi pupuk subsidi, dimana yang awalnya harus melalui proses birokrasi yang sangat panjang kini langsung dari pabrik pupuk ke serah atau pengecer resmi sesuai Perpres.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ASWIN

Follow Social Media Kami

KomentarAnda