“Insya Allah, kita akan mulai dengan penurunan excavator amfibi. Semoga upaya ini bisa memperbaiki tanggul yang rusak dengan kokoh dan memberikan perlindungan lebih baik bagi masyarakat,” tambah Amir.
Upaya Pemerintah Provinsi dan Pusat
Baca Juga : Laksus Minta Kejati Sulsel Dalami Pengakuan Andi Ina-Syahar Cs di Kasus Bibit Nanas
Sementara itu, Pj Gubernur Sulsel, Prof. Fadjry Djufry, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulsel akan terus berupaya agar penanganan banjir di Luwu Utara mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Pusat.
Ia menyadari dampak banjir ini sangat merugikan, terutama bagi sektor pertanian yang merupakan tulang punggung perekonomian daerah.
“Produksi beras dan hasil pertanian lainnya di Luwu Utara sangat melimpah, namun kini terancam akibat banjir. Kami akan mendorong Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Pertanian untuk turut serta menangani masalah ini. Meskipun anggaran di tingkat pusat terbatas, kami tetap berusaha membuat surat permohonan secara bertahap sebagai bagian dari ikhtiar bersama,” ungkap Prof. Fadjry.
Baca Juga : Korupsi Bibit Nanas Sulsel, Mantan Pj Gubernur dan Empat Tersangka Resmi Ditahan
Langkah Darurat Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)
Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWS Pompengan Jeneberang, Nalvian, menjelaskan kronologis kejadian banjir serta langkah-langkah darurat yang telah dilakukan.
Menurutnya, pihaknya telah membangun tanggul sementara pada tahun 2022, 2023, dan 2024 untuk menangani aliran air yang meluap.
Baca Juga : Bupati Pati Ditangkap KPK saat Warganya Hadapi Musibah Banjir
“Namun, penanganan sebelumnya hanya bersifat darurat dan belum memberikan hasil maksimal karena keterbatasan dana. Kami berharap kedepannya ada penanganan permanen agar masalah ini dapat diselesaikan secara tuntas,” kata Nalvian.
Harapan Bersama
Pertemuan antara DPRD Luwu Utara dan Pj Gubernur Sulsel turut dihadiri oleh Ketua Komisi II, Andi Sukma, serta anggota DPRD lainnya seperti Suaib Sain Latif dan Jamal.
Baca Juga : Wali Kota Appi Minta Penanganan Banjir Dituntaskan Timur Kota
Mereka sepakat bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat sangat diperlukan untuk mengatasi banjir yang telah lama menjadi momok bagi masyarakat Luwu Utara.
Semua pihak berharap langkah-langkah yang telah disepakati dapat segera direalisasikan demi melindungi masyarakat dari ancaman banjir di masa mendatang. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan Luwu Utara dapat kembali bangkit dan pulih dari dampak bencana ini.***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

