“Pembayaran TPP ASN di tahun 2024 itu tak terealisasi karena kondisi keuangan, Pemkab Luwu Utara kemudian berinisiatif membayar sisa tunggakan tersebut di tahun anggaran 2025, ” jelas Baharuddin.
Dikatakannya, di Luwu Utara ada sekitar 2000 an ASN Penerima Tunjangan TPP. Ia merinci total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 64 Miliar untuk pembayaran TPP dalam setahun.
Baca Juga : Wabup Sinjai Kritik Kebijakan Efisiensi Presiden, Dinilai “Mencekik” Daerah
“Terkait TPP itu setiap bulannya kita memerlukan anggaran miliar. Jika melihat kondisi keuangan, tentu tidak mampu. Kalaupun bisa kita bayarkan, kemungkinan ada belanja belanja lain yang bakal tertunda. Tapi kita optimis tahun ini bisa di bayarkan,” tutupnya. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

