3. Edukasi tentang Pentingnya pH Tanah melalui Penggunaan pH Meter, guna meningkatkan pemahaman petani lokal terhadap kesuburan tanah dan produktivitas pertanian.
4. Edukasi Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga dalam Pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL), sebagai upaya mengurangi limbah sekaligus menghasilkan pupuk organik.
Baca Juga : PII Sulsel Gelar Seminar Keinsinyuran dan Muswil, Prof. JJ Kembali Menahkodai PII Wilayah Sulawesi Selatan
5. Pojok Baca Ceria: Literasi Islami dan Adab, program literasi yang menyasar anak-anak dengan pendekatan moral dan edukasi ringan di masjid dan rumah ibadah.
6. SIBIKU: Sisik Ikan Bijak untuk Kebunmu, inovasi pembuatan “ikan semprot” berbasis limbah ikan yang ramah lingkungan untuk tanaman.
7. Peta Kelurahan Majjelling, sebagai media visualisasi wilayah yang memudahkan warga dan perangkat untuk perencanaan pembangunan lokal.
Baca Juga : Parlemen Pusat LeDHaK UNHAS 2025 Tetapkan A.M. Randy Sheky sebagai Ketua Umum 2026
8. Spanduk Pelayanan Terpadu: Alur Administrasi Kelurahan, sebuah bentuk sosialisasi untuk mempermudah masyarakat memahami proses layanan publik.
Sementara itu, tokoh masyarakat H. Abu Bakar Deni menyampaikan dukungan moril dan semangat kepada seluruh mahasiswa.
“Kalian bukan hanya membawa nama kampus, tapi juga membawa harapan. Harapan bahwa kelurahan ini bisa bergerak maju lewat tangan-tangan muda yang tulus. Saya siap membantu dan membimbing selama kalian butuh,” ujarnya penuh kehangatan.
Baca Juga : Mengenal Lebih Dekat Sosok Kepala BPOM Taruna Ikrar
Seminar program kerja ini menjadi langkah awal yang penuh semangat dalam menjalin sinergi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, serta masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan berbagai program yang diusung mampu memberikan dampak nyata serta mendorong kesadaran kolektif untuk membangun lingkungan yang lebih baik dari tingkat paling dasar: kelurahan. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

