Logo Harian.news

KPK Dalami Pembangunan Green House Milik Ketua Partai yang Bersumber dari Dana Kementan

Editor : Rasdianah Rabu, 03 Juli 2024 22:24
Syahrul Yasin Limpo (SYL). Foto: ist
Syahrul Yasin Limpo (SYL). Foto: ist

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Kubu mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menuding adanya pembangunan green house di Pulau Seribu yang dananya bersumber dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Menanggapi kabar itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami semua fakta yang terungkap pada saat persidangan SYL.

“Semua fakta persidangan akan didalami oleh penyidik di sprindik yang masih aktif, di tindak pidana pencucian uang,” ujar juru bicara KPK, Tessa Mahardika Sugiarto, kepada wartawan, Rabu (3/7/2024).
Kubu SYL sempat meminta kepada KPK untuk menyelidiki hal tersebut. Tessa mengatakan selama ada bukti terkait pembangunan green house yang diduga milik ketua partai, tentunya pihak KPK bakal meminta keterangan pihak terkait.

Baca Juga : 2 Kaki Tangan SYL Divonis 4 Tahun Penjara

“Saksi-saksi yang memang terkait, yang bisa mendukung pembuktian unsur perkara yang sedang ditangani, tentunya akan diminta keterangan, termasuk yang di fakta persidangan,” jelas Tessa.

Sebelumnya, kuasa hukum SYL, Djamaluddin Koedoeboen mengungkap adanya bangunan green house di Kepulauan Seribu yang anggarannya berasal dari Kementerian Pertanian (Kementan). Bangunan tersebut kata dia milik salah seorang ketua partai.

Hal itu diungkapkan pada saat agenda sidang tuntutan untuk terdakwa SYL, mantan Sekjen Kementan, Kasdi Subagyono, dan Dirjen Alat dan Mesin Pertanian Kementan, Muhammad Hatta, dalam perkara pemerasan dan gratifikasi.

Baca Juga : Ketuk Palu! SYL Divonis 10 Tahun Penjara: Wajib Bayar Rp 14 M Plus 30.000 USD

Mulanya ketua hakim, Rianto Adam Pontoh, mempersilakan bagi masing-masing terdakwa dan penasihat hukum ingin mengajukan nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan jaksa.

Djamaluddin kemudian membeberkan adanya permintaan pembangunan green house dengan anggaran mencapai triliunan rupiah.

“Kami cuma minta tolong, di Kementerian Pertanian Ri bukan cuma soal ini, bukan cuma soal ini. Saya kira bapak-bapak tahu itu, ada impor yang nilainya triliunan,” kata Djamaluddin di ruang sidang PN Jakarta Pusat, Jumat (28/6/2024).

Baca Juga : Baca 25 Lembar Nota Pembelaan, SYL Buka dengan Doa Nabi Musa

“Ada permohonan bangunan green house di Pulau Seribu yaitu milik pimpinan partai tertentu yang diduga itu adalah duit dari Kementan juga,” sambung dia.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda