Logo Harian.news

Kurun Waktu 5 bulan, Dinkes Sulsel Temukan 12.280 Kasus TBC

Editor : Rasdianah Senin, 10 Juni 2024 17:24
Kepala Bidang P2P Dinkes Provinsi Sulsel Muhammad Yusri Yunus. Foto: HN/Sinta
Kepala Bidang P2P Dinkes Provinsi Sulsel Muhammad Yusri Yunus. Foto: HN/Sinta

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat sebanyak 12.280 kasus tuberkulosis (TB) atau TBC ditemukan pada periode Januari sampai Mei 2024 di Sulsel.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Yusri Yunus saat menyampaikan analisis situasi TBC di Sulsel, dalam kegiatan diseminasi Lapor TBC pada komunitas di 24 kota dan kabupaten di Hotel Continent Centrepoint Makassar, Senin (10/6/2024).

“Suspek Sulsel di angka 34,2 persen dari target. Kalau periode Januari sampai Mei 2024, sudah ditemukan 12.280 kasus TBC di Sulsel,” katanya.

Baca Juga : Dukung Kebijakan BPTD, Dishub Makassar Perketat Pengecekan Bus dan Penertiban Karoseri

Dia mengatakan, penanganan berupa pengobatan dan saat ini terus dilakukan, abad ada lain dengan skrining dalam mencegah penyebarluasan kasus.

Sementara itu, Ketua Yayasan Kareba Baji Sulsel, Chandra Mustamin mengatakan, sebanyak 672 aduan dari masyarakat diterima melalui dashboard Lapor TBC sejak Oktober 2022 sampai Februari 2024.

Dominasi aduan yaitu konseling bagi pasien TBC sebanyak 68 persen. Disusul keluhan enabler 13 persen, stigma dan diskriminasi 11 persen serta akses layanan 8 persen.

Baca Juga : Raih Rekor MURI, 24.913 Penari Paddupa Sukses Pikat Hati Warga di Festival Sulsel Menari

“Dari sebaran aduan, tercatat ada 20 pengaduan dari Sulawesi Selatan,” katanya.

Dia menjelaskan, Lapor TBC merupakan kanal aduan berbasis aplikasi dan website. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan dan mensosialisasikan penggunaan aplikasi dan website Lapor TBC.

“Stigma dan diskriminasi pasien Tuberkulosis (TB) atau TBC kebanyakan terjadi di masyarakat, komunitas dan sekolah sebesar 38 persen. Disusul 34 persen di tempat kerja, keluarga 15 persen, stigma diri sendiri hingga fasilitas kesehatan,” ungkapnya.

Baca Juga : Jadi Tuan Rumah HLHS Tingkat Sulsel, Pangkep Diramaikan PJ Gubernur dan Jajaran Kepala Daerah

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Kasri Riswadi dari program dan MEL Coordinator SR Yamali TB. Dia mengisi materi tentang penggunaan aplikasi dan mengunggah informasi melalui dashboard LaporTBC.

“Kolaborasi penting dilakukan dalam kegiatan ini diharapkan dapat membantu dalam penemuan kasus TBC,” ujarnya.

Peserta yang mengikuti kegiatan merupakan kader TB di puskesmas, petugas TB di sejumlah rumah sakit dan Forum Multi Sektor Eliminasi TBC Kota Makassar. Kegiatan ini berhasil menciptakan ruang diskusi yang produktif dan berpotensi untuk meningkatkan kesadaran serta aksi dalam penanggulangan TBC di Kota Makassar.

(NURSINTA)

Baca Juga : Permudah Tax Ratio Pajak, Kanwil DJP Sulselbartra Lakukan Pertukaran Data Host to Host dengan Pemprov Sulsel

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda