HARIAN.NEWS,BATANG – Kusnan, seorang individu dengan bakat luar biasa, telah mencengangkan banyak orang dengan perjalanan hidup yang unik.
Lahir di Banyumas pada tahun 1967, Kusnan memulai kariernya di Pekalongan pada tahun 1989, awalnya sebagai tenaga pemasaran, kemudian beralih menjadi seorang satpam.
Namun, minat dan dedikasinya pada olahraga beladiri karate tidak pernah luntur.
Baca Juga : Pimpinan DPRD Makassar Hadiri Pelepasan Kontingen Karate ke Porprov
Dengan pengalaman luas sebagai karateka, bahkan pernah menjadi wasit dalam pertandingan karate di tingkat daerah dan nasional, Kusnan adalah bagian dari perguruan GOJU-RYU (GOJUKAI) dan telah mencapai sabuk hitam tingkat tinggi (Dan IV).
Ia juga meningkatkan kemampuannya dengan mengikuti seminar karate di Malaysia, menambah nilai dan pengalaman berharga dalam karirnya. Kusnan telah lama mendedikasikan dirinya pada komunitas perguruan karate yang ia ikuti.
Namun, Kusnan tak hanya berbakat dalam beladiri. Ia memiliki cinta mendalam pada seni, terutama dalam bidang kerajinan wayang kulit yang telah ditekuninya sejak remaja.
Baca Juga : Danny Pomanto Lepas 18 Atlet Karate Porprov XVII Sinjai-Bulukumba
Awalnya menggunakan kulit kambing, kini ia beralih ke kulit kerbau untuk menciptakan wayang kulit berkualitas. Dalang lokal dan komunitas seni sering memesan karyanya, dan pesanan juga datang dari penggemar seni serta komunitas pendidikan.
Kusnan adalah bukti bahwa dua dunia yang berbeda, karate dan seni wayang, dapat hidup berdampingan dalam satu individu.
Ia adalah inspirasi bagi generasi muda untuk melestarikan seni wayang dan nilai-nilai filosofis yang diwakilinya. Bagi Kusnan, seni wayang adalah warisan yang masih relevan dan harus dijaga untuk masa depan. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
