Selain ditujukan kepada instansi kesehatan, imbauan juga diarahkan kepada masyarakat luas agar lebih waspada terhadap sumber dan pengelolaan air di tingkat rumah tangga. Ia menyarankan masyarakat untuk selalu memastikan air telah melalui proses desinfeksi atau direbus hingga mendidih sebelum diminum.
“Kita harus menjaga kebersihan wadah penyimpanan seperti galon, cerek, tempat-tempat air minum yang ada di rumah kita, serta memilih sumber air yang memenuhi syarat kesehatan buat menjaga risiko penyakit akibat kontaminasi mikrobiologi,” jelasnya.
Baca Juga : Gelar Forum Konsultasi Publik, Balai Labkesmas Makassar Bangun Koneksi
Pemeriksaan ILI SARI
Berdasarkan hasil pemantauan sepanjang tahun 2025, Balai Labkesmas Makassar mencatat bahwa empat wilayah sentinel telah secara rutin mengirimkan sampel untuk pemeriksaan ILI SARI guna mengidentifikasi keberadaan virus Influenza A, Influenza B, maupun SARS-CoV. Data tersebut menunjukkan distribusi pengiriman sampel yang signifikan, di mana Puskesmas Poasia di Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi pengirim terbanyak dengan 110 sampel dengan hasil pemeriksaan ditemukan 57 sampel positif.
Hal tersebut dipaparkan oleh Ketua Tim Kerja Surveilans Penyakit, Faktor Resiko Kesehatan dan Kejadian Luar Biasa (KLB), Yulce Rakkang, SKM, M.Kes. Dirinya menambahkan, keterlibatan aktif wilayah lain terlihat pada pengiriman sampel dari Puskesmas Birobuli di Provinsi Sulawesi Tengah sebanyak 78 sampel dengan 30 temuan positif, serta RSUD Undata yang mengirimkan 43 sampel dengan 11 hasil positif. Selain itu, RSUD Kota Kendari tercatat turut berkontribusi dengan mengirimkan sebanyak 13 sampel untuk dilakukan analisis laboratorium lebih lanjut.
Baca Juga : Balai Labkesmas Makassar Sukseskan Uji Resistensi Vektor Malaria Terhadap Insektisida di Toraja Utara
“Dapat dilihat bahwa pada tahun 2025 keempat sentinel secara rutin mengirimkan sampel ke Balai Labkesmas Makassar untuk dilakukan pemeriksaan ILI SARI untuk identifikasi influenza baik Influenza A, Influenza B maupun SARS-CoV,” ungkap Yulce.
Diketahui, berdasarkan ketetapan Direktur Jenderal P2P pada tahun 2025, Balai Labkesmas Makassar yang saat itu masih bernama BTKL-PP Kelas I Makassar telah ditunjuk menjadi laboratorium rujukan resmi untuk pemeriksaan sampel ILI SARI. Penunjukan ini mencakup wilayah kerja di dua provinsi, yaitu Sulawesi Tengah dengan Puskesmas Birobuli dan RSUD Undata serta Sulawesi Tenggara dengan Puskesmas Poasia dan RSUD Kota Kendari.
ILI (Influenza-Like Illness) dan SARI (Severe Acute Respiratory Infection) merupakan kategori surveilans infeksi saluran pernapasan akut yang dibedakan berdasarkan tingkat keparahannya, di mana ILI merujuk pada gejala ringan seperti demam dan batuk yang tidak membutuhkan rawat inap, sementara SARI mencakup kondisi infeksi berat yang mengharuskan pasien mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Baca Juga : Kepala Balai Labkesmas Makassar Harapkan Program Berjalan Lahirkan Manfaat Bagi Kesehatan Masyarakat
Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Labkesmas Tier-4, Balai Labkesmas Makassar kini menjalankan peran strategis sebagai laboratorium rujukan pemeriksaan sampel ILI-SARI yang terintegrasi dengan COVID-19 untuk wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara guna memantau sirkulasi virus influenza subtype H1N1pdm09, H2N2, H3N3 dan Victoria serta SARS-CoV.
Penguatan deteksi melalui surveilans ini sangat krusial untuk memberikan peringatan dini (EWARS) serta melindungi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia dari risiko keparahan penyakit pernapasan. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

