Logo Harian.news

Labkesmas Makassar Temukan E.coli dalam Air Minum di Sulsel, Ini Wilayah yang Terkontaminasi

Editor : Andi Awal Tjoheng Sabtu, 02 Mei 2026 16:31
Labkesmas Makassar Temukan E.coli dalam Air Minum di Sulsel, Ini Wilayah yang Terkontaminasi (tangkaplayar_zoommeetlabkesmasmakassar)
Labkesmas Makassar Temukan E.coli dalam Air Minum di Sulsel, Ini Wilayah yang Terkontaminasi (tangkaplayar_zoommeetlabkesmasmakassar)
APERSI

Nuralim menjelaskan bahwa hasil analisis tersebut belum dapat dijadikan gambaran menyeluruh mengenai kualitas air yang diuji di Balai Labkesmas Makassar dikarenakan data yang terkumpul hanya mencakup periode Triwulan I. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa data tersebut tetap berfungsi sebagai gambaran nyata mengenai kondisi kualitas air yang diperiksa, baik dari parameter fisik, kimia, maupun mikrobiologi.

Perlunya Perhatian Terhadap Kebersihan Air

Baca Juga : Gelar Forum Konsultasi Publik, Balai Labkesmas Makassar Bangun Koneksi

Berdasarkan hasil surveilans triwulan I tahun 2026, distribusi sampel air minum di Balai Labkesmas Makassar mencakup berbagai sumber baik perorangan maupun institusi yang meliputi PDAM, Depot, Perguruan Tinggi, UD, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kategori SPPG menjadi penyumbang sampel terbanyak sebagai bentuk partisipasi nyata Balai Labkesmas Makassar dalam mendukung keamanan konsumsi air minum bagi penerima manfaat program makanan bergizi gratis.

Secara geografis, sampel berasal dari dua provinsi, yakni Provinsi Sulawesi Barat yang diwakili oleh Kabupaten Majene dengan 8 sampel, serta Provinsi Sulawesi Selatan yang mencakup wilayah Makassar sebagai pengirim terbanyak, disusul Bulukumba sebanyak 23 sampel, Jeneponto 18 sampel, Enrekang dan Luwu Utara masing-masing 13 sampel, Luwu Timur 12 sampel, hingga wilayah lain seperti Maros, Barru, Palopo, Wajo, Kabupaten Selayar, dan Toraja Utara.

Konsentrasi pengiriman sampel pada kabupaten tersebut menjadi bukti kepedulian para pengambil kebijakan lokal dalam memantau kualitas air minum melalui fasilitas laboratorium pemerintah.
Nuralim memberikan penekanan khusus pada beberapa temuan krusial yang berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, terutama terkait kontaminasi mikrobiologi dalam air minum. Ia menyoroti bahwa temuan bakteri E.coli dan total koliform di beberapa wilayah merupakan peringatan serius karena dapat memicu penyakit infeksi saluran pencernaan seperti diare.

Baca Juga : Balai Labkesmas Makassar Sukseskan Uji Resistensi Vektor Malaria Terhadap Insektisida di Toraja Utara

Nuralim menyayangkan kondisi ini tetap terjadi di tengah kemajuan teknologi pengolahan air saat ini, seraya menegaskan bahwa kontaminasi bakteri berbahaya seharusnya tidak lagi ditemukan pada air yang siap dikonsumsi oleh publik.

Dirinya menekankan bahwa temuan sampel yang tidak memenuhi syarat pada parameter mikrobiologi harus menjadi perhatian serius. Terutama karena mayoritas sampel berasal dari SPPG. Ia menegaskan pentingnya memastikan kualitas air minum agar benar-benar bebas dari kontaminasi bakteri berbahaya.

“Kualitas air minum ini harus sangat kita perhatikan. Sehingga betul-betul itu kandungan E.coli-nya harusnya 0. Kemudian, total coliformnya juga harus 0. Ketika kandungannya itu tinggi, maka risiko terkena penyakit seperti diara juga tinggi. Harusnya di era yang pengelolaan airnya sudah semaju sekarang, tidak ada lagi sampel yang mengandung E.coli, tidak ada lagi yang mengandung total coliform,” tegasnya.

Baca Juga : Kepala Balai Labkesmas Makassar Harapkan Program Berjalan Lahirkan Manfaat Bagi Kesehatan Masyarakat

Sebagai langkah tindak lanjut, Balai Labkesmas Makassar telah menyusun rekomendasi bagi para pengambil kebijakan untuk melakukan intervensi langsung. Nuralim menyoroti peran penting Dinas Kesehatan dalam memperkuat pengawasan agar masyarakat mendapatkan jaminan keamanan konsumsi.

“Rekomendasi yang kita sampaikan bagi Dinas Kesehatan sebagai pengambil kebijakan, bahwa peningkatan pengawasan dan pembinaan sarana air minum untuk memastikan air minum aman dikonsumsi oleh masyarakat, dan tidak terkontaminasi bakteri seperti E.coli dan MPM,” terangnya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ISMAIL NAHARUDDIN ( LABKESMAS MAKASSAR)

Follow Social Media Kami

KomentarAnda