HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Irwan Rusfiyadi Adnan, mengungkapkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Makassar tahun 2025 mengalami penurunan sebesar 1,1%, dengan total mencapai Rp5,7 triliun.
Meski demikian, Irwan mengaku optimis pemerintah kota dapat memaksimalkan anggaran tersebut untuk mendukung program-program prioritas yang telah ditetapkan.

Baca Juga : Pj Sekda Makassar: Tidak Lakukan Penggantian RT/RW di Masa Pilkada
“Secara rinci, itu masuk ke setiap SKPD. Tentu, dalam pembahasan nanti kita akan sinergikan program-program prioritas yang ada di KUA-PPAS. Mudah-mudahan perencanaan kita tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujar Irwan.
Irwan menegaskan, Pemerintah Kota Makassar tetap berkomitmen untuk mengutamakan kepentingan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.
“Prioritas kita tentu tetap mengedepankan kepentingan masyarakat. Ini sesuai dengan aspirasi yang berkembang saat Musrenbang dan hasil-hasil reses anggota dewan,” katanya.
Baca Juga : Posyandu New Era Resmi Diluncurkan: Layani 6 Bidang Pelayanan
Ia juga menyebutkan bahwa evaluasi akan terus dilakukan, termasuk melalui APBD Perubahan, guna menyesuaikan kondisi eksisting dan memastikan program berjalan sesuai rencana.
Irwan menyoroti perlunya verifikasi sumber pendapatan daerah, terutama dari sektor di luar pajak.
“Dividen dari perusahaan daerah perlu mendapat perhatian. Jangan hanya Bapenda yang menjadi tulang punggung melalui pajak. Padahal potensi kita yang lain juga cukup besar,” ungkapnya.
Baca Juga : Makassar Bersiap Luncurkan Posyandu New Era di Pannampu
Irwan mencontohkan, beberapa sektor yang memiliki potensi besar, seperti pengelolaan parkir, PDAM, pasar, terminal, dan Rumah Potong Hewan (RPH).
“Perumda Perumda perlu dimaksimalkan,” singkatnya.
Namun, ia menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendukung perusahaan daerah.
Baca Juga : Pemkot Makassar Terima PSU Senilai Rp232 Miliar
“Perusahaan daerah tidak bisa berdiri sendiri. Kalau tidak didukung semua OPD, tentu akan sulit. Jadi, harus ada kerja sama yang lebih baik,” pungkasnya.
Penulis: Nursinta
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
