HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Makassar, Hendra Hakamuddin mengatakan pihaknya tengah melakukan langkah untuk mengantisipasi puncak kemarau pada bulan Juli hingga Agustus tahun ini.
“Kemungkinan akan terjadi puncak kekeringan di Juli Agustus, dan ada kemungkinan melebar ke September. Jadi kita sudah lakukan upaya-upaya mitigasi,” ujarnya, Kamis (4/7/2024).
Hal tersebut dilakukan, menyusul informasi yang diterimanya dari Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar, memperkirakan musim kemarau tahun ini berada di atas normal.
Baca Juga : Terbawa Arus hingga Barombong, Anak Tenggelam di Pattingalloang Ditemukan di Pesisir Makassar
Katanya, BPBD telah memetakan wilayah-wilayah yang rawan terdampak kekeringan di musim kemarau mendatang.
“Pemetaan tersebut di empat kecamatan yang terdampak kekeringan, ada Kecamatan Tallo, Ujung Tanah, Biringkanaya dan Tamalanrea,” katanya.
Mengacu pada pengalaman kekeringan El Nino pada tahun 2023 lalu yang melanda Kota Makassar, pihaknya menyiagakan sebanyak 142 personil untuk penanganan antisipasi kekeringan di Kota Makassar.
Baca Juga : Kabut Tebal dan Hujan, Tim SAR Tetap Bertahan di Puncak Bulusaraung
“Kita sudah punya pengalaman tahun lalu dan menajdi pengalaman perdana. Pengalaman itulah yang kami coba untuk kita gunakan sebagai referensi untuk penanganan kekeringan di tahun ini, jika terjadi,” tandasnya.
PENULIS: NURSINTA
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
