MAMASA, HARIAN.NEWS – Warga Desa Salutambun, Kecamatan Buntu Malangka, Kabupaten Mamasa, Sulawesi barat (Sulbar) sebelumnya menjadi perbincangan akibat menjadi korban perampokan oleh sekelompok orang yang tak dikenal pada Kamis sore (8/12/22) Pukul 5:30 WITA.
Warga ini dirampok di poros Mamuju-Mamasa, tepatnya di wilayah perbatasan Tabulahan-Buntu Malangka.
Baca Juga : Bupati Mamasa Resmikan Seluruh Kegiatan PEN di Jembatan Tedong-tedong
Namun usut punya usut, Pria yang mengaku dirampok, ternyata berbohong yang diduga telah menyebarkan informasi hoax.
Hal itu terbukti ketika Personil Polres Mamasa melakukan pemeriksaan terhadap korban yang mengaku dirampok.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak Polres Mamasa, Pria tersebut mengakui perbuatannya bahwa ia telah merekayasa kejadian perampokan yang dialaminya.
Baca Juga : Lima Poin Klarifikasi Pemda Mamasa Terkait Aksi Unjuk Rasa di Mamasa
Bahkan sesudah pemeriksaan korban yang mengaku dirampok telah membuat video pendek.
“Saya minta maaf atas kejadian yang terjadi yang telah merekayasa dirampok, dan itu tidak benar”.
“Jadi saya mohon maaf karena telah membuat resah masyarakat Mamasa. Saya juga meminta maaf kepada Pihak Polres Mamasa,” katanya dalam video yang beredar di grup Medsos dalam video berdurasi 36 detik.
Baca Juga : Dana Desa Timoro 20% Dialokasikan Beli Babi Dipertanyakan Warga: Kenapa Tiba-tiba
Kapolres Mamasa AKBP Harry Andreas yang dikonfirmasi lewat Telepon WhatsAppnya mengatakan terhadap korban yang mengaku dirampok pihak Polres Mamasa masih melakukan penyelidikan.
“Sat Reskrim Polres Mamasa, masih melakukan penyelidikan. Soal sanksi jika terbukti itu teknis penyeledikan nantinya,” singkat Harry Andreas, Sabtu (10/12/22).
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

