Logo Harian.news

Menko Pangan Puji BPOM dalam Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Editor : Andi Awal Tjoheng Selasa, 04 Maret 2025 13:34
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dan Kepala BPOM, Taruna Ikrar, berbincang di kantor BPOM membahas program Makan Bergizi Gratis dan ketahanan pangan nasional ||handover
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dan Kepala BPOM, Taruna Ikrar, berbincang di kantor BPOM membahas program Makan Bergizi Gratis dan ketahanan pangan nasional ||handover

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan ke kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Percetakan Negara selasa 4 maret 2025 untuk bersilaturahmi dengan Kepala BPOM, Taruna Ikrar.

Pertemuan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, bertujuan untuk menyelaraskan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Dalam kesempatan ini, Zulkifli Hasan mengapresiasi inovasi dan langkah pro-rakyat yang telah dilakukan BPOM di bawah kepemimpinan Taruna Ikrar.

Baca Juga : Indonesia–Singapura Perkuat Kolaborasi Pengawasan Obat dan Makanan, BPOM RI Terima Apresiasi WHO Listed Authority dan HUT ke-25

Ia menilai BPOM telah berkembang menjadi lembaga yang tidak hanya berstandar global tetapi juga tetap mengakar kuat dalam memastikan keamanan pangan nasional.

Sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan, pertemuan ini juga membahas perkembangan garam farmasi dalam negeri, serta pengawasan terhadap garam konsumsi dan garam industri aneka pangan.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa BPOM akan terus mengawal keamanan pangan olahan agar makanan yang disediakan bagi masyarakat bebas dari kontaminasi zat kimia dan mikroorganisme berbahaya.

Baca Juga : Taruna Ikrar: BPOM dan Baharwathan Kemhan Perkuat Sinergi Kemandirian Farmasi, Dukung Ketahanan Nasional

Dalam upaya ini, BPOM bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menjamin kualitas pangan yang sehat dan aman bagi masyarakat Indonesia.

Lebih lanjut, Taruna Ikrar mengungkapkan bahwa berdasarkan data tahun 2024, kebutuhan garam nasional untuk berbagai sektor mencapai 4,9 juta ton, mencakup garam industri, garam pharma grade, serta garam untuk hemodialisis. BPOM telah melakukan pengawasan langsung di lapangan guna memastikan pasokan tetap tersedia dan menghindari potensi kelangkaan di dalam negeri.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman

Follow Social Media Kami

KomentarAnda